Opini: Konflik Di Tengah Modernisasi Politik

oleh -333 views

IMG_20141213_153613Oleh: A. Thamrin

Pembangunan politik sebagai bagian dari modernisasi senantiasa melibatkan ketegangan dan konflik secara terus menerus antara proses pembangunan dengan sejumlah syarat agar sistem politik tetap pada keadaannya.

Karena itu, ketegangan maupun konflik tersebut merupakan sesuatu inheren dalam pembangunan, yang meliputi tuntutan akan persamaan, proses-proses diferensiasi serta kebutuhan akan kapasitas yang lebih besar.

Ingat, ini merupakan suatu hal yang biasa bahwa setiap perubahan pada dimensi persamaan, diferensiasi dan kapasitas ataupun kemampuan dalam pembangunan akan mempengaruhi budaya politik elite dan massa, perubahan (smooth).

Nah, dimana elite maupun massa terakomodasi dalam budaya-budayanya. Hal ini menunjukkan dinamika modernisasi masyarakat. Krisis mulai terjadi apabila budaya elite atau massa atau keduanya, menyebabkanberbagai bentuk ketegangan yang inheren.

Misalnya, antara dimensi kapasitas dengan dimensi persamaan yang semakin membesar dan sangat terlihat sebagai suatu ancaman utama pemerintah atau rakyat maupun kedua-duanya.

Dari sejarah yang ada, sejak tahun 1980-an, negara-negara berkembang di dunia terjadi kecenderungan disintegrasi maupun upaya untuk memajukan demokrasi untuk menghindari krisis disintegrasi.

Upaya untuk mencegah disintegrasi bangsa akan lebih relevan dan actual melalui studi pembangunan politik, istilah lain dari pembangunan politik adalah pendidikan politik, pembaharuan politik, pengembangan politik, perubahan politik dan modernisasi politik.

Hal yang seharusnya dilakukan oleh para elit-elit politik tetap membuka jalur komunikasi politik dengan masyarakat dengan catatan memberikan politik pencerdasan di era modernisasi.

Diakhir tulisan ini, memang konflik terkadang muncul ketika ada momentum dan terkesan skenario dan ini berefek serta bias yang dirasakan oleh masyarakat dan rakyat indonesia. Sekeras apapun itu problem itu memicu pada wilayah konstalasi politik yang bersikap tidak sehat dan Menghalalkan dengan segala cara. (*)

Penulis adalah Ketua Umum Simpul Mahasiswa Anti Korupsi (SIMAAK) Sulselbar.

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.