Opini: Peran orang tua dalam menangkal kekerasan seksual anak

oleh -328 views
Ilustrasi (Int)
Ilustrasi (Int)

Inotimnews.com– Kekerasan seksual anak, seakan akhir-akhir ini jadi trend dan pusat perhatian masyarakat di negeri ini. Puluhan bahkan ratusan anak-anak di negeri ini menjadi korban keberingasan predator anak dalam melampiaskan nafsu bejatnya.

Nah, kasus kriminal kekerasan seksual terhadap anak-anak, khususnya perempuan, bukan hanya menjadi tugas khusus para penegak hukum maupun lembaga lainnya yang membidangi masalah ini.

Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap anak. Orang tua berperan mensosialisasikan dampak kekerasan seksual terhadap anak yang kerap terjadi beberapa waktu terakhir.

Dengan pengetahuan dan pemahaman diharapkan dapat mengatasi masalahnya secara sistematis, terarah dan berkelanjutan dengan dukungan dan kerjasama semua pihak terkait, sehingga tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kaltim dapat diatasi dengan baik

Selain itu, kekerasan seksual terhadaap anak dapat dicegah jika orang tua, guru, beserta orang yang berada di lingkungan sekitar tempat tinggal selalu berperan aktif menghindari kemungkinan terjadinya tidak kekerasan terhadap anak.

Perlindungan terhadap anak menjadi hal penting karena anak-anak masih sering mendapat perlakuan tidak wajar berupa kekerasan dalam rumah tangga, sekolah, dan masyarakat. Diantaranya penganiayaan, pencabulan, perkosaan, ancaman dan penghinaan.

Padahal Kekerasan yang dialami anak dapat menggangu tumbuh kembang dan kehidupan anak pada masa mendatang. Terlebih tindakan fisik, psikis, pelecehan seksual, penganiayaan serta penelantaran ekonomi, perebutan hak asuh anak yang sering dilakukan oleh orang – orang tedekat.

Ardiningsih menilai perlu ada komitmen bersama dari semua pihak untuk melakukan pencegahan tindak kekerasan sejak dini. Sebab, kasus kekerasan terhadap anak masih sering terjadi di Kaltim.

Dan yang tak lupa ita tanamkan dalam kesejharian anak dalam menangkal keberingasan predator anak itu adalah menanamkan rasa kecintaan terhadap keyakinan kita (agama).

Dengan mendasari anak ilmu agama, maka diyakini pula, anak-anak akan meampu menilai atau memahami kondisimaupun ancaman kejahatan seksual sang predator setiap saat.

Penulis : Zulkifli Malik
Editor indotimnews.com

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.