Home / Indotimnews / OPINI: Politik Terinfeksi Bola

OPINI: Politik Terinfeksi Bola

Oleh. : Ariful Amin

Pendaftaran bakal caleg kali ini terasa spesial karena berdekatan dengan even sepak bola piala dunia.

Entah karena gagap gempita Piala Dunia atau politisi kita senang dengan sikulit bundar. Partai Politik terasa masih ada terpengaruh dengan industri persepak bolaan.

Virus bola yang menjangkiti partai politik adalah, mulai diperhitungkanya kader potensial dalam partai, untuk pindah ke partai yang berminat guna menaikan elaktabilitas partai tersebut. Partai yang berminat dapat mentransfer nilai hingga milyaran untuk merebut hati kader. Seperti halnya terungkap pernyataan Zulkifli Hasan ketua PAN atas berpindahnya Lucy Hakim ke Partai Nasdem (kompas 18 07 18). Praktek seperti itu biasa terjadi dalam industri bola.

Virus bola yang mulai menjangkiti partai politik adalah, hal biasa didunia sepak bola dalam menarik penonton melibatkan artis. Tak jarang pula pemain mempunyai “pasangan” artis dalam istilah persepakbolaan adalah WAGs ( wives and girlfriends). Begitupun politisi dadakan dari artis saat pendaftaran caleg menjadi hal yang lumrah pula saat ini. Artis seakan seperti gula yang diperebutkan semut untuk menarik simpati masyarakat.

Didalam dunia persepak bolaan ada nomor nomor favorit pemain sepakbola yang diperebutkan. Dalam partai politik dalam rangka pencalegkan juga demikian. Walau sekarang keterpilihan atas suara terbanyak, namun tetap para caleg berusaha mendapatkan nomor favorit atau angka jadi. Angka-angka favorit menjadi ajang bargaining dan juga sebagai pembuktian eksistensi didalam Partai.

Didalam bola suporter menjadi hal yang sangat penting, sehingga fanatisme suporter sengaja diciptakan. Supertor rela mengeluarkan dana untuk club yang didukung. Dalam politik saat ini konstituen juga menjadi hal yang sangat penting, hanya saja Partai belum mampu menciptakan fanatisme, sehingga masih mengandalkan serangan fajar dibanding mengedepankan program yang benar dan layak dipercaya oleh masyarakat.

Sepak bola tentu tidak pas bila tidak berbicara seragam atau kostum, didalam sepak bola jenis kostum mencerminkan strata. Apakah pemain, official, suporter tingkat 1, 2, pasti berbeda bahan yang dipakai. Dalam partai seperti itu pula, bagi pengurus partai atau caleg biasa dengan bahan dan tampilan sebaik mungkin, berbeda jauh dengan konstituen, kaos yang dibagi berakir sebagai lap lantai dirumah. Padahal bila kaos yang diberi berbahan bagus, akan lama disimpan dan dipakai. Selain bernilai manfaat dapat pula menciptakan fanatisme terhadap partai atau caleg yang memberi karena merasa dimanusiakan atau dihargai.

Pembeda antara sepak bola dan partai adalah bila dalam sepak bola baik pemain dan suporter menjaga sportifitas, berbeda dengan di Partai kekalahan belum sepenuhnya bisa diterima, tak jarang ada yang mengamuk dan berakir di Rumah sakit jiwa.(*)

loading...