Home / Indotimnews / OPINI: Seberapa Efektif Manajemen Blusukan?

OPINI: Seberapa Efektif Manajemen Blusukan?

Oleh: Ariful Amin

Periode kepemimpinan dalam hal ini presiden segera berakhir 2019. Sebagaimana suatu pekerjaan saat ini waktu untuk evaluasi, seberapa efektif kepemimpinan yang selama ini dijalankan. Presiden memperkenalkan cara memimpin dengan istilah “blusukan”. Yang perlu dievaluasi dengan blusukan berapa jauh pencapaian sampai saat ini dan efektifkah cara tersebut.

Dalam manajemen dasar disebutkan, prinsip manajemen adalah Planning, Organizing, Leading, Controlling. Blusukan adalah cara turun kebawah dengan melihat realita yang terjadi di masyarakat atau bawahan.

Blusukan sebagai sebuah Planning atau perencanaan menyerap aspirasi, informasi yang dibutuhkan dalam perencanaan. Dalam membuat perencanaan diharap sesuai dengan kebutuhan dari anggota, yakni masyarakat.

Penyerapan informasi terlihat efektif dalam perencanaan apabila selanjutnya dalam suatu keputusan benar-benar mengakomodir kebutuhan dan kondisi masyarakat. Termasuk perencanaan strategis kebutuhan kedepan. Bila hasil sebaliknya antara kebutuhan dan kondisi masyarakat tidak sesuai dengan yang diputuskan oleh seorang Presiden, berarti ada yang salah dalam menyerap informasi.

Tahap selanjutnya adalah Organizing atau pengorganisasian. Pengorganisasian adalah proses pengumpulan segala input, termasuk bagaimana cara agar organisasi menjadi efektif sehingga keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan, dijalankan oleh struktur dibawahnya. Jangan sampai keputusan dalam proses perencanaan ternyata struktur dibawahnya tidak dapat menjalankan. Tidak dapat dijalankan dapat berarti keputusan dalam proses Planning tidak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat. Dalam tahap ini efektivitas blusukan Presiden juga dapat dilihat seberapa jauh struktur dibawahnya konsisten menjalankan perintah. Ketidak singkronan dan sering dibantahnya oleh tingkat dibawahnya menunjukan kekurang efektif an blusukan.

Leading atau pengarahan salah satu kunci keberhasilan dalam manjemen. Pengarahan dengan blusukan seharusnya lebih efektif dikarenakan penerima pesan berhadapan langsung dengan pemberi pesan. Namun pengarahan juga menyangkut dengan kewibawaan pemberi pesan sendiri. Perintah hanya jalan ditempat apabila pemberi pesan tidak mempunyai wibawa. Wibawa atau karisma dapat diciptakan apabila dalam sipenyampai pesan mempunyai isi dan penerima pesan percaya memberi solusi bukan hanya janji.

Controlling adalah upaya penegasan dalam melihat apakah keputusan hasil dari perencanaan, pendelagasian sudah benar-benar dijalankan. Blusukan melihat dan mengontrol langsung kesasaran apakah benar keputusan tersebut berjalan. Ini juga sebagai jalan untuk evaluasi. Mangkraknya proyek dan ketidak siapan dana dalam eksekusi proyek menunjukan adanya cacat dalam perencanaan. Ini sangat ironis sebab blusukan harusnya dapat menyerap dan melihat kesiapan dari awal.

Dari kesemua aspek manajemen harusnya blusukan sangat efektis dalam sebuah organisasi. Namun efektivitas blusukan Presiden patut dipertanyakan dengan melihat kepuasaan publik yang rendah. Blusukan pasti berbiaya tinggi, dengan harapan nilai yang didapatpun tinggi.

Apabila hasil sebaliknya maka kepemimpinanya yang perlu dikoreksi dan dievaluasi kembali. (*)

loading...