Home / Indotimnews / OPINI: Selamatkan ORI Sama Dengan Selamatkan Asset Negara

OPINI: Selamatkan ORI Sama Dengan Selamatkan Asset Negara

Oleh: Anugrah

Berawal untuk mengisi jabatan sebagai Kepala Perwakilan yang mana ada 7 Propinsi yang dibuka yakni : Kepulauan Riau, Sumut, Sumsel, Jakarta Raya, Kaltim, dan Sultra, kini Ombudsman Republik Indo esia (ORI) di kaltim, me uai kontra dari masyarakat setempat.

Dengan berbagai persyaratan yang tertera, jasil seleksi adminstrasi pun diumumkan tanggal 18 Mei 2018 melalui website resmi ORI, pengumuman pertanggal 13 April 2018 Jakarta oleh Pansel.

Perlu diketahui, bahwa peserta dalam mengikuti seleksi ini dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pengeluaran biaya kurang lebih satu jutaan, utama disyarat Keterangan Kesehatan Jasmani dan Rohani dari Rumah Sakit Kejiwaan itu saja sudah diatas sekitar 700-an ribu rupiah.

Saya rasa semua peserta merasakan hal yang sama.

Semula saat seleksi administrasi semua berjalan baik dan lancar. Alhamdulillah saya lulus masuk dalam seleksi berkas ada 9 nama menuju seleksi tes tulis.

Disini kami melihat peserta yang daftar kami tidak tahu sejumlah berapa dan gagal administrasi karena apa harusnya sebagai lembaga negara lebih transfaran kepada publik.

Nah, dites tulis inilah lebih jelas lagi kami menilai ada kejanggalan. Setelah pengumuman baru muncul bahwa tes tulis akan menentukan adalah pendapat masyarakat. Saya termasuk kecewa karena gagal dites tulis yang saya yakin nilai saya tinggi tetapi karena pendapat masyarakat sehingga digagalkan.

Perlu diketahui ada beberapa peserta sudah dua kali mengikuti seleksi ORI namun yang pertama untuk ASN pindah tugas dan saya lulus bersama dua teman saya yang akan mengisi jabatan administrasi nantinya di Kantor ORI Kaltim.

Itupun pengumuman sejak Desember 2017 sampai saat ini Rekomendasi dari ORI Pusat belum turun. Ini juga sudah maladministrasi.

Lembaga negara pengawas maladministrasi sendiri kurang berhati-hati dalam maladministrasi malah melakukan sendiri yang mana ini kategori penundaaan berlarut tanpa memberi informasi kapan dan mengapa rekomendasi kami ASN ORI ini terbit.

Hanya pernah mengatakan bahwa Setjen saat itu masih Plt. Tetapi saat ini sudah ada pejabat Setjen namun Rekomendasi sampai saat ini belum mereka terima.

Lanjut, proses seleksi untuk tes tulis ini hampir sama dirasakan peserta dibeberapa daerah terkait diikut sertakannya pendapat masyarakat ini.

Dan ini secara psikologis bagi yang gagal maka publik bisa menilai bahwa kami ada masalah dimasyarakat. Ini dianggap bisa masuk dalam pencemaran nama baik.

Anehnya lagi yang terjadi di Kaltim. Masyarakat menduga masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat internal ORI khususnya ORI Kaltim seperti asisten ombudsman sendiri.

Masyarakat yang mana kami perlu keterbukaan buat kami, sambil kesal.

Sebelum seleksi ini tidak dipungkiri memang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli ORI yang merupakan kumpulan beberapa Sahabat Ombudsman.

Mereka berjuang pasca Kepala Perwakilan terdahulu Ibu Syarifah Rodiah dilengserkan dengan tidak wajar menurut mereka.

Selain terkesan mendadak padahal masa jabatan masih 3 tahun ke depan dipetisi oleh asistennya sendiri. Apabila tidak mundur dan tetap bertahan maka asisten akan menutup ORI Kaltim.

ORI pusat sendiri tidak menerima pembelaan dan kroschek atas fitnah dari asisten malah Ketua ORI sendiri hanya menyampaikan agar lebih baik mundur saja.

Sebagaimana diketahui asisten ini memang diduga dimana-mana terkesan sebagai pengendali dan anehnya lagi permintaan asisten ini selalu dipenuhi dan dibenarkan oleh Ketua ORI dan komisioinernya.

Tentunya hal ini sangat menimbulkan tanda tanya besar ada apa ya? Terkesan ORI pusat bisa disetir.

Inti mengapa asisten mengkudeta Kapernya saat itu konon informasi yang kami dapatkan dari sumber terpercaya bahwa asisten ini ingin mengendalikan Kaper, ingin menyetir, semua keinginannya bisa dicover termasuk tidak mau di Surat Peringatan (SP) walau sering lambat masuk kerja serta larangan memasang spanduk yang saat itu sangat tidak wajar seorang asiaten memasang DEMO/Aksi damai (bukan spanduk biasa), spanduk dipasang depan kantor ORI yang akan di lihat publik tuntuannya yang ingin status BPJS dan insentif gaji.

Sehingga kasak kusut melapor yang nggak-nggak ke ORI Pusat. Asisten juga memiliki asosiasi yang pernah mengancam akan mogok kerja secara Nasional.

Saat ini seleksi berlanjut dipilih 4 nama untuk tes wawancara dan akan diambil satu untuk menjadi Kepala Perwakilan.

Pengumuman Rabu 6 Juni mendatang. Disini masyarakat melihat ada dugaan kecurangan dan kongkalikong. Mengapa, karena kami melihat ada asisten senior DKI sejak 2012 pusat yang lolos seleksi.

Ikut karena usianya masuk memenuhi persyaratan.

Sebenarnya tidak jadi masalah. Akan tetapi kami mengetahui ada sejarah kelam dalam pansel pemilihan ketua ORI dan komisioner kejadian tahun 2016 yang diwarnai konspirasi alias kongkalikong terpublis secara Nasional.

Maka wajar jika kamipun menduga bakal terjadi hal yang sama. Menjaga-jaga jangan sampai masyarakat Kaltim kecolongan dugaan praktik politik kepentingan internal ORI sendiri.

Bukan cuman itu. Berdasarkan informasi yang kami gali, besar dugaan bahwa asisten pusat ini terlibat dalam upaya kudeta Kaper terdahulu. Tempat asisten curhat dan menyampaikan laporan ke Ketua ORI.

Sehingga masyarakat dalam Forum Masyarakat mending kami memperjuangkan puteri daerah dan mengahalau keinginan pusat yang akan menempatkan asisten tersebut.

Setelah menjatuhkan kepingin didudukkan. Kami masyarakat Kaltim menolak hal yang demikian. Hal yang kotor sejak awal dengan bersekongkol memfitnah lalu mau duduk. Enak sekali sambil kesal.

Dari ke empat nama yang lolos sampai wawancara hanya ada satu domisili Kaltim. Hanya DR. Rahmawati seorang dosen di UNMUL domisili Samarinda.

Yang lainnya domisili luar Kaltim. Tes wawancara juga ada keanehan yang mana asisten yang merupakan anak buah nantinya mewawancarai calon atasannya.

Dimana-mana atasan jabatan yang akan didudukilah yang berperan mewawancarai. Lembaga negara yang lagi-lagi mengabaikan etika struktur organisasi. Terjadi di Kaltim Plt beserta 5 asisten lainnya mewawancari ke empat calon Kaper ini.

Berdasarkan informasi kami sebagai perwakilan Forum Masyarakat Kaltim yang pada bulan Pebruari lalu pernah konfrensi pers terkait kisruh mundurnya Kaper lama bahwa ke 7 Provinsi ada 5 Propinsi yang mengalami nasib yang sama.

Kesalahan tidak jelas, sepele dan tidak ada kesalahan yang fatal tetapi harus mundur dari jabatan sebagai Kaper dengan hanya berdasar dugaan laporan-laporan sepihak tanpa kroschek lebih dahulu.

Yang harusnya ORI sendiri memberi contoh. Asisten yang komplain dengan atasannya harus penyampaian dulu ke atasannya ya itu Kaper sendiri.

Sebagaimana ORI juga menerima laporan pengaduan setelah ybs sudah melapor ke atasannya jika tidak ada tanggapan baik baru lapor ke ORI. Lah ORI sendiri malah tidak menerapkan ini.

Malah menjustifikasi Kaper lah yang salah dan harus mundur.

Atas adanya dugaan ini masyarakat bersama forum berjuang agar Kepala Perwakilan ORI Kaltim sesuai harapan masyarakat Kaltim yang lebih mengerti dan paham akan daerahnya.

Nah, menyelamatkan ORI dari dugaan kecurangan, konspirasi dan maladminitrasi bagi masyarakat forum dan masyarakat Kaltim sama halnya dengan menyelamatkan aset negara yang mana pejabat lembaga negara ORI digaji negara dari uang rakyat atau masyarakat Kaltim.

Maka perlu penyelamatan agar pemimpin pembela keadilan kebenaran lah yang masyarakat Kaltim harapkan. Jika pemimpin yang didudukkan saja sudah main kongkalikong maka dapat terukur kinerjanya nanti tidak barokah untuk Kaltim.

Upaya surat terbuka dan dukungan juga dilayangkan Forum bersama masyarakat Kaltim dan tergabung beberapa Ormas baik lokal maupun Nasional. (*)

loading...