Pasar Induk Minasamaupa Siapkan penampungan Air dan Antiseptik Bagi Penjual Dan Pembeli

oleh -107 views

Gowa – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdastri) Kabupaten Gowa mengapresiasi sejumlah pasar yang ambil bagian menangani penyebaran Virus Corona yang saat ini merebak.

Kadis Perdastri Kabupaten Gowa, Andi Sura Suaib mengatakan, apa yang telah dilakukan oleh pengelola pasar Induk Minasamaupa adalah salah satu upaya memutus rantai penyebaran covid-19.

“Aksi tanggap cepat yang dilakukan oleh kepala Pasar Induk Minasamaupa Zainuddin Langke Dg Tompo ini sangat kami apresiasi. Muda-mudahan aksi ini bisa diikuti secepatnya oleh pengelola pasar yang ada di kabupaten Gowa,”Kata, Andi Sura Suaib, melalui  pesan WhatsAppnya, Selasa (24/3/2020) malam.

Andi Sura Suaib juga Menambahkan, Salah satunya dengan melakukan berbagai upaya dengan menyiapkan antiseptik dan penampungan air mengalir seperti yang dilakukan pengelola pasar induk Minasamaupa.

Sementara itu kepala pasar induk Minasamaupa, Zainuddin Langke mengaku apa yang dilakukannya ini adalah upaya mengantisipasi penyebaran virus corona yang sesuai dengan instruksi Bapak Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

Untuk upaya antisipasi,  pihak pasar telah menyiapkan sebanyak 12 ember penampungan air mengalir disetiap pintu masuk dan keluar pasar.

“Jadi kita siapkan penampungan air yang mengalir dan sabun dettol. Setiap pedagang dan pembeli bisa memanfaatkan itu untuk mencuci tangan, sebab salah satu cara yang ampuh membasmi virus Corona yakni dengan mencuci tangan dengan sabun,”ucap Zainuddin Langke.

Lebih lanjut, Zainuddin Langke juga mengungkapkan mulai besok pihaknya juga akan membagikan masker dan sarung tangan kepada para pedagang ikan, daging, ayam dan sayur-sayuran.

“Kita juga akan bagikan masker dan sarung tangan,”tambahnya.

Sebelumnya Disperdastri Gowa telah mengeluarkan imbauan yang harus dipatuhi para penghuni pasar yakni:

1). Para pedagang dan pembeli diharapkan menggunakan masker, kaos tangan plastik dan baju luar plastik (jas hujan tipis). 2). Menjaga kebersihan sekitar tempat jualan, sebagai upaya tidak berkembangnya virus, bakteri atau kuman. 3). Mengatur jarak antar penjual dan pembeli atau antar pembeli dan pembeli sendiri, sehingga tidak terjadi kontak/persentuhan pakaian maupun bagian badan. 4). Agar barang barang yang dibeli (sayuran, buah, daging sapi/ayam dan ikan) agar segera dicuci bersih setelah sampai di rumah.

5). Barang-barang yang dibeli dan tidak dapat langsung dicuci, agar ditempatkan di area sinar matahari sekitar 30 menit sampai satu jam. 6). Diupayakan membeli barang-barang persediaan rumahtangga yang dapat bertahan, sehingga kunjungan ke pasar dapat dikurangi yang dapat mengurangi penumpukan pengunjung. 7). Dilakukan penyemprotan desinfektan di bagian pasar, terutama yang sering dikunjungi pembeli dan 8). Keselamatan kita adalah tanggung jawab kita semua.

” Iya ada 8 poin imbauan yang harus dipatuhi para pedagang maupun pembeli. Jadi perlu diingat bahwa hingga kini belum ada kebijakan pemerintah untuk menutup aktivitas pasar, namun para pedagang dan pembeli diharapkan dapat mematuhi 8 poin imbauan demi keselamatan kita bersama di tengah merebaknya wabah corona,” kata Andi Sura. (Fan)