Home / Indotimnews / Pasca Apel Siaga 1, Polres Gowa Simulasikan Pengamanan Unjuk Rasa

Pasca Apel Siaga 1, Polres Gowa Simulasikan Pengamanan Unjuk Rasa

GOWA– Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga mengisi waktu Sabtu (12/05/2018) pagi dengan simulasi pengamanan aksi demonstrasi.

“Permasalahan yang terjadi belakangan ini memberi gambaran bahwa aksi-aksi demo dari kelompok masyarakat di Gowa belum sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku,” kata AKBPN Shinto Silitonga.

Polres Gowa mengidentifikasi bahwa masih ada pemberitahuan aksi yang disanpaikan H-1 dari pelaksanaannya, yang semestinya diberikan mininal 3 hari sebelum aksi. Selain itu para peserta aksi masih melakukan sabotase kendaraan yang melintas untuk dijadikan ruang atau panggung orasi. Bahkan tidak jarang peserta aksi memblokade persimpangan jalan raya sehingga menghambat arus lalu lintas kendaraan dan orang.

“Hal ini tidak bisa didiamkan terus menerus oleh polisi dan inilah yang mendorong Polres Gowa melaksanakan simulasi,” kata Shinto Silitonga.

Dalam simulasi tersebut tergambar bagaimana peran Kapamobjek, Dalmas, tim negosiator, petugas humas yang mendokumentasikan kegiatan serta tim penindak.

“Kami akan melokalisir peserta aksi ke ruang orasi yang lebih aman. Orasi di persimpangan jalan juga akan membahayakan peserta aksi,” ucap kapolres.

Dalam simulasi itu juga tergambar peran perwira yang menjadi penanggungjawab pengamanan untuk senantiasa memberi himbauan agar peserta aksi tidak menutup jalan raya.

“Jika kegiatan lokalisir oleh polisi mendapat reaksi dari peserta aksi dengan kekerasan memukul atau menendak polisi, maka dapat segera dilakukan penangkapan tidak hanya kepada subjek hukum tertentu namun juga kepada koordinator lapangan karena aksi dapat dikategorikan anarkis,” tegas Shinto Silitonga.

Sejak AKBP Shinto Silitonga menjabat Kapolres Gowa, tercatat sudah beberapa kali personil melakukan simulasi antara lain simulasi pengamanan kantor Polres Gowa, simulasi pengamanan kegiatan eksekusi, simulasi pengamanan pemungutan suara di TPS, simulasi shokumon shitsumon (mengidentifikasi orang-orang yang mencurigakan), simulasi prosedur penerimaan laporan polisi, dan lain-lain.

“Peningkatan kompetensi personil Polres Gowa cenderung dilakukan dengan metode simulasi karena lebih mudah dipahami oleh personil, dan ke depan Polres Gowa akan melakukan simulasi lanjutan tentang keterampilan dasar kepolisian lainnya,” tutupnya.

Laporan Fandi

loading...