Pasca Pilpres 2014, Ekonomi Sulsel Maju

oleh -314 views

Diskusi-Sulsel-Economic-Outlook-ahmad-300x206-1Makassar– Gubernur, Syahrul Yasin Limpo, menjadi narasumber di kegiatan Economic Forum yang dilaksanakan Bank Sulselbar, dengan tema Sulawesi Selatan Economic Outlook Pasca Pilpres, di Makassar Rabu (17/9/14).

Selain Gubernur sebagai Nara Sumber, Iman Sugema dari Ekonom Megawati Institut, Kepala Kantor BI Sulampua, Suhaedi, dan CEO Bosowa Group Erwin Aksa.

Didepan peserta Ekonomi Forum, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sudah menjadi tugas pemerintah melindungi seluruh kepentingan rakyat.

Karena itu, dinamika apa saja harus bisa dijawab oleh pemerintah, kalau tidak, pemerintah akan menjadi lembaga yang mati.

Dimana Semua berasumsi bahwa setelah pilpres akan terjadi perlambatan ekonomi di Sulawesi Selatan, tapi hal itu tidak terjadi di dearah ini.

Menghadapi pilpres hingga pasca pilpres, Gubernur  menjamin sembilan bahan pokok dengan 22 variabel di Sulawesi Selatan tetap tersedia dan jangan sampai terjadi kelangkaan di masyarakat, sehingga, apapun yang terjadi pasca pilpres, semuanya tetap dalam kendali.

Oleh Karena itu. ekonomi menjadi hal yang sangat penting dari semua sektor.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang makin baik, infrastruktur menjadi hal yang sangat strategis.

Karena itu, bandara dan pelabuhan akan diperluas hingga lima kali lipat, bandara-bandara perintis di daerah terus dibangun, dan kereta api yang akan difungsikan untuk distribusi barang dan orang juga akan segera hadir di Sulawesi Selatan.

Sementara, CEO Bosowa Group, Erwin Aksa, mengatakan, proses demokrasi telah selesai dan Indonesia menunjukkan kematangannya dalam berdemokrasi, tidak ada hal yang perlu dikuatirkan dalam demokrasi Indonesia.

Dimana Makassar dan Sulawesi Selatan adalah, daerah yang paling siap untuk menjawab semua tantangan yang ada. Infrastruktur hampir tidak ada masalah, begitupun dengan energi listrik.

Sedangkan, Kepala Kantor BI Sulampua, Suhaedi, mengatakan, sektor perbankan sebagai tulang punggung pembiayaan di Sulawesi Selatan dan dana yang dihimpun tiap tahun terus meningkat.

Bahkan di Sulawesi Selatan, Dana Pihak Ketiga-DPK tumbuh cukup tinggi hingga 13 persen.

Pengamat Ekonom Megawati Institut, Iman Sugema, mengemukakan, lima tahun yang akan datang tantangan ekonomi Indonesia akan cukup rumit, Mungkin tidak terasa di Sulawesi Selatan, tapi di wilayah lainnya akan terasa.

Dimana tantangan yang harus dihadapi, kata Iman Sugema adalah, bagaimana mengubah perlambatan menjadi percepatan. Kemudian, akan terjadi defisit migas sehingga akan terasa lebih berat.(Karebosipost)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.