Pekerja THM: Pak Wali dan Anggota Dewan Terhormat, Jangan Buat Keluarga Kami Kelaparan

oleh -336 views

20141203_19_36_35-1Makassar– Apakah hiruk pikuk, dunia malam yang dihiasi alunan musik ini akan menjadi senyap?

Pertanyaan inilah yang bakal terlontar, akibat Walikota Makassar dan sejumlah wakil rakyat yang duduk di DPRD menggadang-gadang menutup Tempat Hiburan Malam (THM) yang selama ini menghidupi ribuan pekerjanya.

Belum lagi ditambah dengan keluarga para pencari sesuap nasi di dunia malam, tentunya jumlahnya semakin banyak. Merekapun bakal dikungkung kemiskinan, ketilka rencana para pengambil kebijakan ini dilaksanakan.

Hal tersebut disampaikan sejumlah pekerja THM, terkait dengan uapaya mematikan usaha THM di Makassar yang menuju sebagai kota dunia dan saat ini bergelar kota metro. Irma (samaran), misalnya. Ia mengaku punya empat anak yang masi membutuhkan biaya besar guna menyambung hidup dan sekolah.

Dengan bergantung mencari nafkah di dunia malam, iapun sudah bisa sedikit menutupi kebutuhan keluarganya. Belum lagi dua adik kandungnya, masi bergantung pada perempuan ini.

“Saya bekerja di THM ini (Bar Massage), sebagai pelayan tamu dengan gaji yang pas-pasan. Ketika THM ditutup, anak dan keluarga kami mauy makan apa. Sebabitu tentunya saya berharap, kebijakan menutup THM di Jalan Nusantara ini, akan membuat kami kelaparan,” ucap Irma memelas kasihan pada penguasa dan wakil rakyat, abu (3/12/2014).

Hal senada disampaikan Ratna, pekerja THM karaoke di Jalan Nusantara, teramat kecewa ketika ia mengetahui rencana Walikota dan berbagai statmen para wakil rakyat yang ngotot menutup THM yang dituding sebagai lokalisasi seks.

“Kami memang orang-orang bodoh yang tidak punya pendidikan tinggi seperti walikota dan anggota dewan itu. Tapi kami berharap mereka bisa lebih cerdas dan bijak mempertimbangkan kembali rencana menutup THM di sepanjang Jalan Nusantara ini,” cetusnya.

Belum lagi keluhan itu dipaparkan Rudi, pelayan di salahsatu kafe dangdut di wilayah tersebut. Iapun sama dengan kedua pekerja di atas, agar sekiranya para pengambil kebijakan ini tidak sewenang-wenang menutup THM.

“Hingga malam ini, belum ada warga ataupun kompok anti THM yang menginginkan penutupan ini. Jalan Nusantara ini bukan lokalisasi, namun sebagai tempat usaha industri parawisata yang beriperasi di mam hari,” kata Rudi.

Nah, para pekerja ini seakan mewakili ribuan pekerja THM lainnya yang ada di Kota Makassar. (Hij)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.