Home / Indotimnews / Pelindo IV Bantu Korban Kelaparan di Maluku Tengah

Pelindo IV Bantu Korban Kelaparan di Maluku Tengah

MAKASSAR– PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menyalurkan bantuan sebesar Rp75 juta kepada warga di Pegunungan Morkelle di Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Seram, Provinsi Maluku, yang tengah dilanda kelaparan.

Direktur Keuangan Pelindo IV, Yon Irawan mengatakan bantuan yang diberikan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tersebut untuk membantu meringankan penderitaan warga yang mengalami kelaparan akibat kekurangan makanan karena gagal panen.

“Kami [Pelindo IV] berencana memberikan bantuan secara bertahap. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban penderitaan warga yang bermukim di Pegunungan Morkelle, Kabupaten Maluku Tengah,” kata Yon di sela-sela penyerahan bantuan yang disaksikan Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis, Kementerian BUMN, Hambra, Rabu (1/8/18).

Seperti diberitakan beberapa media daring, kelaparan yang dialami oleh sekitar 170 warga komunitas adat terpencil itu terjadi sejak awal Juli lalu, tetapi baru diketahui oleh pemerintah setempat kira-kira dua minggu kemudian.

Agar bisa tetap bertahan hidup, sebagian warga yang mendiami kawasan hutan di pegunungan di Kabupaten Maluku Tengah itu sempat mengganjal perutnya dengan makan dedaunan, rotan dan pohon nibong.

Tetapi, tidak semua bisa bertahan dari rasa lapar dan akibatnya tiga orang kemudian meninggal dunia pada awal Juli lalu, dua di antaranya adalah balita.

Berdasarkan pengakuan warga setempat, seperti dikutip BBC News Indonesia, kekurangan pangan sudah terjadi dua bulan sebelumnya akibat serbuan hama tikus dan babi di kebun jagung dan ladang padi mereka.

Untuk diketahui, warga suku Mausu Ane, yang diperkirakan berjumlah 170 orang, tinggal terpencar setidaknya di tiga lokasi di Pegunungan Morkelle, yaitu di bantaran sungai Kobi, sungai Tilupa dan Lailaha. Mereka juga hidup berpindah-pindah dan melakoni kehidupan berkebun dan berburu.

Untuk menuju lokasi mereka tinggal, dibutuhkan perjalanan lebih dari sehari dari kota Masohi, ibu kota Kabupaten Maluku Tengah, dengan kendaraan dan kemudian jalan kaki.

Di wilayah tersebut tidak ada puskesmas pembantu. Biasanya dinas kesehatan setempat melakukan pengobatan tiga dan enam bulan sekali ke daerah pegunungan itu. Selain tidak memiliki puskesmas pembantu, di lokasi tempat tinggal para suku Mause Ane juga tidak memiliki fasilitas sosial lainnya. Hanya ada satu SD yang dikelola sebuah yayasan, tapi kondisinya di bawah standar. (Laporan safrida s fabanyo/humas)

loading...