Home / Indotimnews / Peluncuran 2 Buku, ” Potret Perempuan Muslim Progresif Indonesia ” dan ” Islam, Kepemimpinan Perempuan, dan Seksualitas “

Peluncuran 2 Buku, ” Potret Perempuan Muslim Progresif Indonesia ” dan ” Islam, Kepemimpinan Perempuan, dan Seksualitas “

JAKARTA– Peluncuran 2 Buku ” Potret Perempuan Muslim Progresif Indonesia dan ” Islam, Kepemimpinan Perempuan, dan Seksualitas” yang keduanya diterbitkan oleh yayasan Pustaka Obor Indonesia. Bertempat di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta. Rabu (17/01/18)

Buku “Potret Gerakan Perempuan Muslim Progresif Indonesia ” Merupakan hasil kerja panjang yang dilakukan penulisnya selama hampir empat belas tahun yang dimulai dari tahun 2000 saat menulis tesis untuk studi master di Universitas Indonesia hingga menempuh studi Program doktor dengan standar standar penulisan akademis.

Hasil Pelaksanaan Undang Undang No. 4 Tahun 1990 mengenai Karya baik cetak maupun non cetak agar disimpan dan dilestarikan sambutan Perwakilan Deputi Pengembangan Perpustakaan Nasional,

” Melalui buku pula kita bercerita dan berbagi inspirasi, beberapa perempuan Indonesia sudah mampu membuktikan dengan keahlian dan pengetahuan. Semoga menjadi inspirasi dan aspirasi bagi perempuan Indonesia dalam kreatifitas menulis, kedepan menulis menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. “, Sri Hardianingsih.SH

Tidak asing lagi, penulis adalah Dr. Neng Dara Afiiah, M.Si, Neng Dara Afiiah adalah seorang pendidik, peneliti, penulis, dan Aktifis. Dosen di Universitas Nahdhatul Ulama Indonesia, dan aktif dalam beberapa organisasi gerakan perempuan dan organisasi pendidikan. Ia menjadi komisioner Komnas Perempuan pada 2007 – 2009 dan 2010 – 2014.

Ide dasar penulisan buku ini bertitik tolak dari pengalaman keilmuan dan aktivitas penulis yang menggeluti pemikiran mengenai posisi dan peran perempuan dalam ajaran Islam maupun gerakan perempuan di Indonesia sepanjang di bawah pemerintahan Orde baru maupun Reformasi.

Neng Dara juga mengajukan pandangan budaya kesetaraan dan adil gender serta penghargaan terhadap hak hak perempuan mesti ditumbuhkan di dalam keluarga, sebab kekuatan dari keluarga inilah yang akan membentuk kultur masyarakat yang lebih luas.

Dengan Menggunakan kata ” Progresif” di belakang kata ” perempuan muslim Indonesia” dimaksudkan, kemajuan perempuan muslim Indonesia tidak harus meninggalkan hal hal positif yang relevan dimasa lalu untuk di bawa ke masa kini, tetapi juga perlu menyambut hal hal positif dan baik di masa kini dalam menyongsong kemajuan di masa mendatang.

Menurut pandangan Tsamara Amany, Mengenai Progresif dan Perempuan Muslim Indonesia bagi kalangan Milenial ;
” Saya pribadi yakin islam adalah agama yang bukan merendahkan perempuan, isu atau gerakan perempuan progresif dari sisi Islam harus di gaungkan kembali ”

Ada 3 hal yg saya ambil. Gerakan muslim progresif, isu perempuan yg selalu di bahas di Indonesia, dan gerakan perempuan dalam politik. Cerita menarik Nadhatul Fatat ada gerakan perempuan muslim progresif membolehkan perempuan memotong rambut, baik sepeda dll.

Era emas bersejarah perempuan saudi tahun 2018, baru dimulai dimana mereka baru bisa nonton bola di stadion bersama laki2. Menjelaskan juga bagaimana perempuan utk berpolitik, ikut tergabung dalam pergerakan mahasiswa.

Isu poligami: sikap2 pembuat buku, menjelaskan tahun 1930. Aisiyah membuat kongres menolak poligami, dihadiri 5000 orang. Adil dalam berpoligami harus dilihat secara serius, adil mustahil dilakukan, terjadi perpecahan keluarga dan perselisihan anak dan ibu “,

Kalau Kata bung Karno, Indonesia ini seperti burung, Memiliki 2 sayap, sayap itu ibarat laki laki dan perempuan. Jika Indonesia ingin maju maka burung itu harus terbang dengan kedua sayapnya agar ada kerjasama antara perempuan dan laki laki, Tutupnya.

Mewujudkan nilai nilai kemanusiaan, hak hak dasar manusia, terutama hak hak perempuan. Kemudian Argumentasi perempuan keagamaan berbasis Al quran, hadis dan sejarah sosial umat tentang pentingnya perempuan mengambil peran kepemimpinan.

Buku ini juga mengangkat praktik poligami terhadap perempuan yang berdampak kepada kekerasan fisik maupun psikis. terakhir praktik nikah muda dengan perempuan usia dini yang sekarang menjadi perhatian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Sebab ini memangkas hak hak perempuan untuk memperoleh pendidikan memadaiz kehilangan hak hak sebagai anak, serta tinggi perceraian. (MI)

loading...