Pembangunan saluran air di desa tabo-tabo pangkep jadi prioritas

oleh -107 views
Petani (ilustrasi)
Petani (ilustrasi)

Pangkep– Mengingat kerugian besar yang di alami oleh masyarakat petani di Pangkep, dengan tidak menanam padi gadu selama lima tahun yang lalu, dikarenakan waduk Tabo-Tabo cebol.

Hal itu mengakibatkan ratusan hektar lahan sawah yang tidak ditanami padi gadu atau yang dikenal lahan tidur, khusus areal persawahaan di wilayah irigasi Tabo-Tabo yang mencapai sekitar 400 hektar dari empat kecamatan,

Hal tersebut diakui Munir Mustafa, Tokoh Pemuda di Kecamatan Bungoro Selasa (10/5) di Pondok Aspirasi Rakyat Kampung Tanatea Kelurahan Samalewa Kecamatan Bungoro.

Menurutnya, dengan selesainya waduk Tabo-Tabo di kerja akhir tahun 2015 lalu, diminta agar Pemerintah dan DPRD segera memperbaiki saluran irigasi primer dan skunder menuju sekian ratus hektar lahan persawahaan yang sudah rusak, supaya petani kembali memampaatkan lahan sawahnya yang tertidur sekian tahun.

“Bayangkan saja, kerugian yang cukup besar di alami petani kita selama lima tahun, kalau di hitung-hitung perhektar menghasilkan 25 juta di kali 400 hektar di kali lagi 5 tahun, kira-kira puluhan milyar pertahun yang di tidak di produksi uang petani kita” ujarnya.

Untuk itu, dengan sangat berharap, agar pihak penentu kebijakan dapat segera melakukan segmen yang lebih produktif untuk rakyat, hal ini sangat terkait dengan peningkatan kesejahteraan rakyat tani. “Saya kira inilah yang harus di utamakan untuk segera di bangun” pintahnya.

Apalagi sekarang ini, sudah ribuan hendtraktor yang di bantu dari Bupati Pangkep, dan hal ini di inginkan kiranya hendtraktor tersebut dapat di mampaatkan secara optimal oleh petani, termasuk dalam pengelolaan berbagai parietas palawija, terhadap lahan-lahan sawah yang kurang di sentuh aliran air irigasi Tabo-Tabo, ujarnya. ( Herman Djide)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.