Pembangunan Tol Dalam Kota Disepakati Walikota Makassar

oleh -273 views

images(118)-1Makassar-– Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto menyepakati pembangunan tol dalam kota yang melintasi perairan di Kota Makassar.

Kesepakatan ini saat Danny Pomanto menerima PT. Nusantara Infrastructure Tbk diruang kerjanya Kantor Wali Kota Makassar, Jl Jend Ahmad Yani, Selasa (7/10/2014) siang.

Hadir dalam pertemuan, General Manager Corporate Affairs, PT Nusantara Infrastruktur Tbk, Deden Rochmawaty,  Corporate Affairs, PT. Nusantara Infrastructure Tbk Putri Seruni, perwakilan
West Nippon Expressway Company Ltd (Nexco West), Chief Financial Officer (CEO) PT Marga Utama Nusantara, Ricky Camelien.

Kepala Dinas PU Makassar, Muh Ansar, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Makassar, Irwan Adnan, Bappeda, Syarir Sappile.

Menurut Danny progres pembangunan jalan tol dalam kota sudah jalan. Dimana pembangunan tersebut sudah direspon oleh pemerintah provinsi Sulawesi Selatan serta di pemerintah pusat.

“Ini kelanjutan dari MoU dengan PT. Nusantara Infrastructure Tbk, persoalan jalan tol dalam kota yang kemarin juga sudah  direspon Gubernur Sulsel (Syahrul Yasin Limpo) yang langsung membawa kepemerintah pusat,” ujar Danny Pomanto usai menerima rombongan PT. Nusantara, kemarin.

Pasangan Syamsu Rizal MI menilai keseriusan PT. Nusantara Infrasrtucture dalam merealisasikan tol dalam kota sudah sangat nyata.

“Itu dibuktikan mereka dengan menggandeng konsultan terbaik di Japang
(Nexco West) untuk  mencoba membuat studi kelayakan,” kata Danny.

Tol dalam kota yang mengambil titik awal di area Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Barombong dengan panjang kurang lebih 20 KM, ini kata mantan konsultan tata ruang kota Makassar adalah konsep Waterfront City
Ia menyebut investasi diperkirakan menelan anggaran puluhan triliun yang dibiayai investor sepenuhnya.

“Karena anggaran pembangunannya tidak main-main, olehnya yang studi kelayakan juga harus punya pengalaman teruji seperti mereka
(Nexco West),” katanya.

PT. Nusantara Infrastructure menggandeng
Nexco West asal Japang untuk melakukan kerjasama di bidang pengembangan teknologi dan pengoperasian jalan tol.

Nexco West adalah badan usaha yang melakukan pembangunan dan pengoperasian jalan tol di seluruh Jepang dan memiliki kompetensi serta pengalaman profesional dalam bisnis pengusahaan jalan tol yang meliputi pengoperasian dan pemeliharaan.

Lebih lanjut Danny Pomanto menekankan jika Pemkot Makassar betul-betul fokus dalam infrastruktur kota untuk menyelsaikan persoalan kota yaitu macet.

“Ini memberi bukti bahwa kalau ada anggapan pemkot belum membangun apa-apa, itu tidak benar. Karena membangun itu tidak disulap. Tetapi progres ini sudah jalan dan mereka mengatakan November akan kembali dengan hal yang lebih detail,” paparnya.

Ayah tiga anak ini menginginkan pembangunan tol dalam kota rampung pada 2017 mendatang.

“Saya minta dia lebih  cepat. Karena saya buru 2017 ada terobosan tentang lalu lintas kita. 2017 ini saya inginkan fisiknya sudah jalan,” tegasnya.

Chief Financial Officer (CEO) PT Marga Utama Nusantara, Ricky Camelien, mengatakan tol dalam kota di Makassar menjadi solusi kemacetan.

“Kami pernah sampaikan jika 2017 tidak ada jalan baru, Makassar akan macet total,” ujarnya usai pertemuan.
Pada waktu itu sambungya, diberikan trafik informasi sistem untuk pemerintah kota Makassar.  Untuk memberikan informasi terntang kondisi jalan tol dan jalan biasa.

“Tapi kalau cuma trafik namun jalannya tidak ditambah itu tidak berarti. Makanya Nexco. Dia sudah berpengalaman mengerjakan jalan tol hingga 20 ribu KM. Dan mereka sangat tertarik, dan akan melakukan studi kelayakan. Akan dilakukan studinya untuk melihat aletrnatif jalan, ini presetasi kick off nya,” ungkapnya.

Ia menambahkan anggaran pembangunan jalan dan studi kelayakan sepenuhnya tidak menggunkan APBD. Sepenuhnya dibiayai perusahaan Japang.

“Betul-betul tidak menggunakan APBD, setelah ini selesai , jalan kota. Akan dilanjutkan ke provinsi,” katanya.

Ia menambahkan pengerjaan jalan tol sesui keinginan Danny Pomanto adalah salah satu wujud untuk berkontribusi dengan makassar.

Menurutnya untuk pembebasan lahan tidajk begitu menjadi kendala, karena secara umum tidak begitu memerlukan lahan besar. Melainkan jalan yang sudah ada yang akan diberi tiang bahkan hingga menyusuri sungai.

“Memang kalau dilhat lajurnya (tol dalam kota) akan menggunakan jalan yang ada.  Sisa dipasang tiang dan diatasnya jalan, dan dia terus sampai diatas sungai.

Akan digunakan pinggira sungai, itukan sungai milik negara jadi kalau ada pembebasan itu minim sekali,” jelasnya.

Kedepan lanjutnya akan dibentuk tim kecil dengan melibatkan pihak Pemkot Makassar, Jepang, dan investor dan pihak terkait lainnya.(sak/syam)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.