Pemberdayaan masyarakat desa Jeneponto ikuti pengembangan wawasan kades

oleh -415 views

Study-Bandiing_editBandung– Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan memfasilitasi pelaksanaan Studi Pengembangan Wawasan Bagi Kepala Desa se-Kabupaten Jeneponto dengan lokus di Desa Pamekaran Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung.

Lokus tersebut dilaksanakan selama 3 hari dengan jadwal peneriman pada hari Senin, 14/9/2015 di Aula Desa Pamekaran Soreang Bandung Pukul 16.00 Wita. Dari laporan Kepala Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan Kab. Jeneponto Muh. Jafar kepada Bupati Jeneponto diacara Pelepasan Rombongan (Jumat, 11/9/2015) bahwa jumlah Kepala Desa yang mengikuti Study Pengembangan Wawasan Aparatur Desa berjumlah 60 Orang dan sisanya 22 Desa belum memberikan konfirmasi dalam mengikuti kegiatan tersebut,

selanjutnya bahwa kegiatan ini telah dianggarkan melalui Anggaran Desa masing-masing Tahun 2015 “ungkap Kepala BPMD.
Dikatakan oleh Kepala BPMD bahwa lokus I dilaksanakan di Bandung dan lokus II akan dilaksanakan di Batam yang perencanaannya dilaksanakan setelah lokus I yakni hari Kamis-Jumat, 17-18/9/2015).

Dari pantauan dilokasi lokus Pihak Eksekutif yakni Bupati Jeneponto bersama Kepala Bappeda Nuralam Basjir, Kepala Dinas PPKAD Muhammad Basir dan Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Din Hajad Kurniawan dan Pihak Legislatif Ketua DPRD Kabupaten Jeneponto Muhammad Kasmin Makkamula didampingi Wakil Ketua I H. Paris Yasir dan Ketua Komis II Ikram Ishak Iskandar mengunjungi Peserta Study di tempat penginapan peserta.

Iksan Iskandar kembali memberikan arahan pembekalan kepada para Kepala Desa agar lokus Desa Pamekaran betul-betul dijadikan contoh dalam segi Peraturan Desa maupun Tata Cara Pengelolaan Keuangan Anggaran Desa yang melebihi 1 Milyar pertahun. Ditambahkan pula oleh Ketua DPRD agar ilmu yang didapatkan agar diterapkan di desa masing-masing dengan asumsi bahwa untuk kepentingan daerah menuju perubahan dalam peningkatan sumber daya aparat desa pihak legislatif akan mendukung.

Dari pantauan citizen di lokasi lokus bahwa Desa Pamekaran masih memiliki “Tanah Bengkok” yang luasnya mencapai 6 Ha. Lokasi Tanah bengkok ini dibangun Bangunan Ruko berjumlah 23 Ruko yang disewakan sehingga menjadi PAD Desa. APBD Desa juga sumbernya selain dari Pemerintah Kabupaten Bandung juga mendapatkan sumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa Dana Stimulan yang mencapai 115 Juta/Tahun.

Lokus juga memberikan beberapa dokumen Perda, Perbup dan Perdes yang berhuhungan dengan Undang-Undang tentang Desa kepada peserta yang melakukan Studi Pengembangan Wawasan.

Dari PAD Desa Pamekaran Tahun 2014 sejumlah 164 Juta dipergunakan untuk kebutuhan Lembaga Desa yang ada seperti Karang Taruna, PKK Desa maupun Organisasi Kemasyarakatan Lainnya, hal yang menarik dari pantauan citezen bahwa Desa Pamekaran juga menerapkan “Sistem Pelayanan Satu Atap atau Sintap”, yang mana dikatakan oleh Kepala Desa H. Yan Mulyana, sehingga aparatur desa yang berjumlah 15 orang dan 2 tenaga kebersihan digaji melalui PAD Desa tersebut.

Editor : Zul/Andi A Effendy

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.