Pembiaran Narkoba di Mamasa Dinilai kian memperihatinkan saja, Bupatipun dikecam GMM

oleh -216 views

IMG_20150729_012757Makassar– Terkait dengan maraknya peredaran barang haram narkoba di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), yang dibuktikan dengan penangkapan sejumlah Pegawai negeri Sipil (PNS) daerah itu oleh Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Sulbar, membuat Gerakan Mahasiswa Mamasa (GMM) menyorot pemerintah setempat.

“Pembiaran barang haram itu di Kota Mamasa kian memperihatinkan saja. Dengan ditangkapnya oknum Lurah samarorongbeserta rekannya di Hotel Mamasa, namun tak mendapat tanggapan pemecatan oleh Bupati, H. Ramlan Badawai , sebagai bukti nyata, jika pemerintahan di daerah itu tidak peduli terhadap pemberantasan narkoba yang kini didengungkan pemerintah di negeri ini,” ucap Tambrin, aktivis GMM, yang juga aktif di pergerakan Mahasiswa universitas Bosowa 45, Selasa (28/7/2015).

aktivis inipun kembali mempertanyakan pembiaran bupati dan proses penegakan hukum di Mamasa yang  hanya menjatuhi hukuman  selama 8 bulan rehabilitasi. Pada hal menurut Tambrin, jelas dalam Undang Undang 22 Tahun 1997 Pasal 84 tentang narkotika dengan bunyi barang siapa menggunakan narkotika terhadap orang lain akan dipidana penjara paling lama 15 tahun dengan denda Rp.750 juta.

“Kami dari GMM mengecam keras bupati, untuk tidak main-main dengan persoalan yang dapat mengancam masa depan generasi di mamasa tanpa memecat para pelaku narkoba yang berstatus PNS, termasuk Lura Samarorong,” tambah Tambrin.

Iapun berjanji, akan melakukan aksi demonstrasi secara besar-besaran dengan mengundang sejumlah elemen  menyorot dilakukannya pembiaran terhadap para pelaku narkoba di lingkup PNS Mamasa. inipun dianggap sebaga ibentuk kejahatan. GMM akan melakukan aksi menagih janji Presiden Jokowi untuk pemberantasan narkoba di Indonesia. (Zul)

 

 

 

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.