Unjukrasa di Polda Sulsel, GEMPAR Sul-Sel Kecam Tindakan Oknum Polisi di Bone yang Diduga Kuat Melakukan Pemukulan

oleh -37 views

MAKASSAR– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Pemuda Makassar (GEMPAR Sul-Sel) menggelar aksi demonstrasi didepan kantor Polda Sulsel dan dibawah jembatan layang fly Over, Makassar, Senin siang (24/6).

Dalam aksi ini ada beberapa tututan yang mereka aspirasikan sesuai fakta lapangan, dimana diketahui bahwa kuat dugaan ada oknum yang melakukan pemukulan terhadap salah satu pemuda masyarakat pada saat melakukan aktifitas dimalam takbiran tanggal 4 juni 2019 di Kabupaten Bone.

Dihalaman Kantor Polda Sulsel para pengunjuk rasa ini juga menyampaikan terkait dengan berita yang dikeluarkan oleh kapolres bone melalui media yang mereka anggap itu tidak benar.

” Saya terus terang kecewa kepada penegak hukum dalam hal ini kapolsek kahu yang seakan tutup mata melihat pelanggaran hukum yang di duga di lakukan oleh bawahanya. Pertanyaanya, di aktiftas itu banyak sekali masyarakat pemuda yang hadir tapi kenapa hanya anak itu yang di pukul, Lalu jika kita lihat sudah beberapa minggu lalu pihak kluarga sudah melaporkan oknum tersebut namun sama skali tidak ada kejelasan, ” Tutur Sadiq, salahsatu orator aksi dan merupakan jendral lapangan.

Lanjut yang juga jendral lapangan ini, Ditambah Kapolres Bone dinikainya sangat lamban dalam menangani kasus tersebut.

“Apa lagi kami lihat kemarin stetmen dari kapolres bone melalui media yang seakan ingin menutupi dan membela bawahanya padahal saksi pada saat itu melihat secara kasat mata sebab dia berboncengan waktu kejadian,” tambahnya.

Oleh karna itu, kata Sadiq, melalui gerakan ini pihaknya meminta Kapolda Sulsel agar supremasi hukum betul-betul ditegakkan seadil adilnya sebab bagi kami ini telah jauh dari amanat pancasila dan UUD 1945 Pasal 30 Ayat 4, No 2 Thn 2002,” kecam Sadiq.

Ini Tututan pengunjuk rasa:
1. Meminta kapolda sul-sel agar segera mengungkap kejadian tersebut dan tindaki oknum yang diduga kuat melakukan pemukulan
2. Meminta kapolda sul-sel untuk mendesak kapolres bone agar secepatnya menuntaskan kasus tersebut
3. Meminta kapolda sul-sel agar mengevaluasi kapolsek kecamatan kahu yang telah lalai dalam menjalankan tugas dan fungsinya
4. Meminta kapolda sul-sel agar mengevaluasi kinerja Kapolres Bone yang lamban dalam penanganan kasus tersebut sekaligus anggotanya yang kurang lihai dalam penjagaan masyarakat.

Melalui tuntutan diatas pengunjuk rasa berharap agar secepatnya dugaan kasus pemukulan tersebut ditindak lanjuti oleh Kapolda Sulsel dan juga berharap agar Kapolres Bone dan Kapolsek Kahu di evaluasi,.

“Ketika tuntutan kami tidak di indahkan maka niscaya pst kami akan kembali menyuarakan aspirasi seperti ini,” ancam Sadiq. (*)