Pemekaran Wilayah Penyebab Ekspor Ikan di Kaltim Menurun

oleh -130 views

images(31)Indotimnews.com– Membukukan 1.537,9 ton, ekspor perikanan Kaltim 2014 lalu menurun drastis dari tahun sebelumnya. Selain karena pemekaran wilayah, penurunan tersebut juga dipicu perubahan iklim yang memengaruhi produktivitas nelayan maupun pembudi daya.

Termasuk andil lima daerah di Kaltara, Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim mencatat, pada 2013, total ekspor ikan dari Benua Etam masih mampu menembus 13.475 ton.

Sementara itu, jika dipisahkan dengan teritorial yang baru, angka ekspor pada tahun tersebut pun masih lebih besar, yakni 2.478 ton. Meski lebih rendah dibanding 2013, ekspor hasil produksi ikan dari perairan Kaltim mencatatkan perbaikan nilai. Tercatat, angka USD 21,9 juta dari 1.537,9 ton pada 2014 masih lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kaltim Iwan Mulyana menyebut jumlah ekspor berkurang karena wilayah Kaltara tak masuk dalam hitungan. Belum lagi soal perubahan iklim memengaruhi kegiatan perikanan dan kelautan di daerah.

Utamanya pada tambak-tambak di pesisir. “Saat masih bergabung dengan Kaltara, ekspor di sektor perikanan bisa mencapai 15 ribu ton atau lebih. Khusus Kaltara pada 2014 ini volume ekspor mencapai 9.986 ton. Nilainya sekitar 120.683.950,74 USD,” papar Iwan.

Dia mengaku sudah menyiapkan program untuk mengerek produksi perikanan sehingga dapat memacu ekspor hasil perikanan.

“Kami lakukan penguatan sinergitas sistem produksi hulu-hilir yang menciptakan harmonisasi pelaku, penyedia jasa, pendukung dan pemerintah di sektor perikanan,” katanya.

Dinas Perikanan dan Kelautan pun membagi tiga area di provinsi itu sebagai pusat industri berbasis perikanan yakni wilayah utara, tengah dan selatan. Wilayah utara yang meliputi Berau, Kutai Timur, dan Bontang diperuntukkan bagi perikanan tangkap dan budi daya laut.

Adapun untuk wilayah tengah yang meliputi Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Samarinda, dan Mahakam Hulu akan diproyeksikan sebagai produksi perikanan air tawar. Sementara di wilayah selatan yang meliputi Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser akan diproyeksikan sebagai industri pengolahan ikan. (kaltimpost)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.