Penantian dana desa tak kunjung cair, pembangunan desa di Pangkep “lumpuh”

oleh -126 views
Ilustrasi
Ilustrasi

Pangkep– Sekalipun telah didengun-dengunkan di berbagai media tentang pemberitaan besarnya dana pembangunan desa di tahun anggaran 2016, namun hingga kini dana yang di nanti-nantikan dalam membangun desa tersebut, hingga kini belum cair, membuat pembangunan desa “Lumpuh” Demikian di ungkapkan Herman Djide, Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKP-Indo) di Pondok Aspirasi Rakyat kampung Tanatea Kelurahan Samalewa Kecamatan Bungoro Senin (25/4).

Menurutnya, anggaran yang di programkan dalam membangunan Desa di Pangkep tahun ini cukup besar, antara Rp 600 juta hingga Rp 1 Milyar perdesa, berdasar pada kondisi wilayah di Desa tersebut,

“Memang program Presiden RI Jokowid mencapai Rp 1, 4 Milyar perdesa, tapi nyatanya dalam realisasi tahun ini hanya kisaran maksimal Rp 1 milyar perdesa untuk Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep)” ujarnya.

Herman Djide, yang juga sebagai redaktur di Media Beritakota Nusantara ini mengatakan keterlambatan pencairan anggaran pembangunan desa dinilai telah menghambat laju pertumubuhan ekonomi desa,

“Harusnya dana pembangunan Desa sudah di cairkan maksimal pada Maret 2016, tapi hingga sekarang juga belum cair, hal inilah yang membuat aktifitas Desa “lumpuh”

Karena sama sekali tidak ada anggaran, membuat para kepala desa dan stapnya malas masuk kantor desa, sebab memang tidak ada dana yang bisa membiayai aktifitas pelayanan mereka.

“Jadi tidak perlu kaget kalau hampir tiap hari kepala desa tidak ada di kantornya, karena kondisi anggaran yang membuat tidak termotivasi masuk kantor, bahkan ada beberapa kantor Desa yang saya datangi di pesisir, sama sekali tidak ada aktifitas, atau tidak ada orangnya” ujarnya.

Herman Djide berharap, kiranya hal ini menjadi perhatian Pemerintah pusat, Provinsi maupun di Pemerintah di Kabupaten, sebab tidak ada juga artinya anggaran yang di nilai cukup besar, tapi hingga sekarang masih wacana terus, belum ada yang sampai di tangan bendahara Desa, padahal sudah memasuki akhir April 2016. Paparnya. ( Syamsul)

Editor : Andi A Effendy

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.