Penataan Tugulufa Dilakukan Tanpa Perencanaan, Konsultan : Kami Tidak Dilibatkan

oleh -258 views

Indotimnews– Penataan Kawasan Pantai Tugulufa yang sebelumnya telah dinilai asal-asalan oleh komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tidore Kepulauan itu, akibat tidak adanya perencanaan yang matang sehingga terkesan serabutan.

Rupanya dalam pelaksanaan kerja memang tidak adanya proses perencanaa.

Hal ini diakui Mantan kepala Unit Pelayanan dan Pengadaan (ULP) Kota Tidore Kepulauan Burhan T. Mustafa yang sebelumnya menangani akan proses pelelangan tersebut.

Dia mengaku bahwa dalam proses pelelangan terkait dengan proyek penataan pantai tugulufa pihaknya hanya melakukan pelelangan fisik.

sementara untuk lelang perencanaan itu tidak ada, Sebab dokumen yang diajukan oleh bidang cipta karya yang dipimpin Taufik Tan, tidak memuat terkait dengan dokumen perencanaan.

“Kalau untuk lelang perencanaan itu tidak ada, Lagipula saat itu waktunya juga sudah terlalu mepet, sehingga kalau dilakukan pelelangan maka memakan waktu selama satu bulan dua minggu,” ucapnya.

“Sementara proses yang kami lakukan itu sudah di bulan September ahir masuk november. Sehingga kalau dilakukan lelang perencanaan prosesnya akan selesai di bulan Desember. Dan itu berarti untuk pekerjaan fisik sudah tidak bisa jalan. namun sebaiknya kalian tanyakan kepada taufik Tan karena dia yang lebih berwenang untuk menjelaskan masalah ini sebab dia adalah PPTK,” . ujarnya saat ditemui di depan ULP Tikep.

Terpisah ketika diconfirmasi melalui via hanphone, Taufik Tan yang juga merupakan Pejabat Pelaksanaan Tekhnis Kegiatan (PPTK) enggan memberikan komentar, dengan alasan bahwa dirinya sedang berada di luar daerah. “Saya sementara berada di luar daerah”. Singkatnya sembari menutup pembicaraann.

Sementara berdasarkan data yang di kantongi, dalam Dokumen Detail Arsitektur Engginering Desain milik dinas pekerjaan umum tahun 2016 memuat salah satu nama konsultan perencanaan yakni CV. Bahtera Selaras.

Hanya saja ketika di konfirmasi melalui Arsitektur CV. Bahtera Selaras M. Arfan Faroek pada Kamis, (12/1) kemarin, mengatakan bahwa pihaknya tidak tau menau akan gambar yang dipakai oleh Dinas pekerjaan umum untuk pembuatan penataan pantai tugulufa, meskipun sebelumnya kata dia.

pPhaknya sempat mendesaign gambar tersebut dan diusulkan kepada pemerintah kota tidore kepulauan untuk di ikutsertakan dalam proses lelang.

“Memang kami telah mengusulkan terkait dengan perencanaannya, hanya saja setelah prosesnya berjalan itu kami sudah tidak dilibatkan. baik dalam penyusunan RAB sampai pada pelaksanaan kegiatan. bahkan terkait dengan pembiayaan untuk konsultan saja tidak ada, padahal sebagai putra daerah kami berharap pemerintah juga dapat memperhatikan semangat konsultan, sebab kami ini juga membayar pajak dan punya keinginan yang besar untuk membangun, tetapi kalau tidak dilibatkan. kami mau bisa berbuat apa”. Ungkapnya.

Sekedar diketahui berdasarkan data yang dikantongi koran ini atas pekerjaan dengan nomenklatur Penataan Pantai tugulufa yang dikerjakan oleh CV. Ardha Jaya Persada dengan Nomor Kontrak : 690/3/Kontrak-FK.P/K/09/2016 itu sebesar Rp. 668.377.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2016.

Laporan Ute

loading...
loading...