Pencemaran lingkungan di areal pabrik PT. Sementonasa bikin warga menjerit. Haruskah dibiarkan?

oleh -183 views

Indotimnews– PT Semen Tonasa, yang merupakan Badan Milik Usaha Negara (BUMN) yang tentunya telah tunduk pada ketentuan aturan BUMN tentang kepedulian atas dampak lingkungan yang di alami masyarakat di seputaran Pabrik berlokasi.

Kini, terdengar jeritan warga di seputaran Pabrik PT Semen Tonasa, akibat dari pencemaran lingkungan yang berdampak cukup besar dalam kelangsungan kehidupan mereka.

Dengan hidangan debu semen tiap detik, siang malam dan tidak memilih musim hujan atau musim kemarau, hanya saja di musim hujan ini, masih mending karena, tidak terlalu, tapi juga hanya sekali-kali, saja hujan, tetap saja beterbangan debunya.

“Yang pasti, tidak ada lagi segarnya udara yang di nikmati seperti dulu yang di nikmati orang tua saya, Demikian jeritan hati Hermawati, SP.d, salah seorang warga yang bermukim di kampung Borongtia, tepatnya di balik pagar tembok para karyawan elit PT Semen Tonasa.

Hermawati yang kini sudah 7 tahun mengabdikan diri sebagai tenaga sukarela pengajar di SMP Negeri I Bungoro, yang juga aktifis perhati lingkungan, hanya pasra menghadapi kondisi kehidupannya, tiap detik, siang malam di suguhi debu Semen Tonasa, yang kini, hanya berjarak kurang lebih 500 meter tempat kediamannya dari Pabrik PT Semen Tonasa.

Rumah yang kita diami puluhan tahun ini, tertutup terus, siang-malam, hal itu di lakukan sekedar mengantisipasi seminim mungkin masuknya debu semen di rumah, tapi apapun yang di laksanakan, debu semen tetap masuk, bahkan masuk di lemari pakaian, apalagi dapur masak “Sangat memprihatinkan”

Hermawati mengatakan Harusnya pak, ada timbal baliknya, berupa konstribusi kepedulian dari PT Semen Tonasa, atas dampak lingkungan yang kita rasakan, tapi kenyataannya, tidak ada, “Walaupun itu pembeli susu tiap bulan, juga tidak ada” kesalnya.

Saat di tanya, kenapa anda tidak bekerja di Tonasa, Hermawati mengatakan, tidak di terima. Yang bekerja di kantor pusat PT Semen Tonasa itu, rata-rata orang luar Pangkep yang menopoli, kalau kita hanya dampak lingkungannya saja yang di nikmati.

Kalau di tawari bekerja di Tonasa, bagaimana?, sekalipun saya hanya bekerja sebagai pegawai Swalayan PT Semen Tonasa, aku mau dan siap pak, jawabnya. ( Herman Djide)

Editor : H. Sakkar Rauf

loading...
loading...