Penembakan Mahasiswa Oleh Oknum Polisi di Sultra Disesalkan Politisi PAN

oleh -138 views

imagesIndotimnews.com– Muhammad Abduh Bakry Pabe, Politisi PAN Sulsel, mengecam tindakan represifitas Kepolisian Daerah Sultra yang melakukan penembakan dan penangkapan terhadap kawan mahasiswa dan warga Desa Polara Kec. Wawonii Tenggara, Kab. Konawe Kepulauan pada pukul 05.00 Wita, (3/5/2015). Penembakan dan penangkapan ini terkait konflik agraria antara warga dengan perusahaan tambang pasir krom PT. Dermawan Berjaya Mining.

Lanjut Abduh, Korban penangkapan adalah kader LMND Muamar dan Hasrudin, di tangkap oleh polisi, tapi sampai saat ini tidak di ketahui keberadaannya. Selain itu ada Korban yang tertembak atas nama Firman, tertembak bagian tangan, dan Adam, tertembak di bagian pinggang. Sampai saat ini kedua korban penembakan masih dalam perawatan di RS Abunawas Kendari.

Abduh menegaskan bahwa Kepolisian harus mengabdi kepada kepentingan negara dan bangsa bukan mengabdi kepada kepentingan pemilik modal. Kepolisian adalah lembaga penegak hukum dan pelindung masyarakat. Aparat penegak hukum tidak boleh bertuan pada korporasi asing. Mereka harus bertuan kepada bangsa dan negara. Rakyat maupun para aktivis bukan mainan korporsi.

Represivitas kepada gerakan rakyat telah melanggar dasar negara dan konstitusi serta mereduksi semangat demokrasi di republik ini, menembaki rakyat sebuah pengkhianatan terhadap Hak Asasi Manusia.

Eksponen Aktifis 98, menyatakan menolak secara tegas tindakan represifitas yang dilakukan oleh oknum kepolisian Sulawesi Tenggara dan mendesak Kompolnas,DPRD Sultra serta Pemerintah untuk mengusut tuntas penyelesaian kasus ini.

Abduh juga mendesak kepada Kapolda Sultra untuk membebaskan aktivis yang tertangkap dan bertanggung jawab atas korban penembakan dan mendesak kepada pemerintah Provinsi maupun pusat agar menyelesaikan konflik agraria berdasarkan UUPA 1960. (tejo)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.