Home / Indotimnews / Penerapan “Smart Parking”: Jukir di Makassar berunjuk rasa ngaku terancam kelaparan

Penerapan “Smart Parking”: Jukir di Makassar berunjuk rasa ngaku terancam kelaparan

Indotimnews– Sekitar 300 juru parkir (jukir), melakukan aksi unjuk rasa, di depan Kantor Walikota Makassar, Jalan Jendral Ahmad Yani, Kamis (12/10/17).

Aksi yang dipimpin oleh pendamping jukir, Firmansyah, SH (LBH Makassar), meneriakkan kebijakan penerapan “Smat Parking” dengan sistem online, dinilai akan membuat sekitar 2000 jukir terancam kelaparan.

Bahkan, dari pantauan media ini, ada pamplet yang dibentangkan dengan kalimat “Sebanyak 2000 jukir di tambah isteri dan anak anak kami akan sengsara akibat dari programmu ini”.

Aksi yang digelar dengan orasi secara bergantian ini dilakukan sekitar satu jam dengan diwarnai teriakan dari para jukir yang ikut berunjuk rasa.

Ini tuntutanya:

1. Perintah kota Makassar meminta perintah kota Makassar meminta kepada pemerintah kota menghentikan pelaksanaan “Smart parking” Kota Makassar.

2. Bahwa “Smart parking” menimbulkan konflik antara para konsumen.

3. Meminta kepada walikota Makassar untuk melibatkan juru parkir dalam pembahasan pelaksanaan modernisasi perparkiran.

4. Meminta walikota Untuk menghentikan intimidasi terhadap juru parkir yang menolak untuk menerima “Smart parking”.

5. Hentikan stigma juru parkir adalah pelaku kebocoran PAD di sektor perparkiran .

6. Audit PT PD parkir Kota Makassar.

Massa SPJM mengancam akan turun lagi jika tuntutannya dipenuhi oleh Walikota Makassar yang sementara ini sedang tidak berada di kantor Balaikota Makassar. (*)

loading...