Pengelolaan Lahan di Timur Bulukumba, PT. Lonsum Dinilai Rampas Tanah Adat

oleh -510 views

IMG_20150317_033053Indotimnews.com– Terkait informasi bahwa PT.LONSUM (London Sumatra) yang notabene adalah perusahaan karet terbesar di Indonesia Timur ini akan melakukan penambahan lahan di Timur Kabupaten Bulukumba sejak Tahun 2013, hingga saat ini masih terjadi konflik dingin di kalngan warga.

Sehubungn dengan konflik trsebut pihak PT.LONSUM di duga akan mengambil paksa tanah adat (Tanah Toa) yang selama ini dijaga keestariannya dan sebagai sumber mata pencaharian warga setempat, bercocok tanam,” ucap Kepala Departemen Investigasi & Advokasi Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), Muhammad Syahrudin Syair.

Dijelaskan, terlepas dari ingatan beberapa tahun silam semenjak diizinkan nya beroprasi PT.LONSUM tersebut secara legalitas memang mempunyai dokumen isin Hak Guna Usaha (HGU) yang tentu harusnya mengololah lahan seluas 5000 hektar.

“Tetapi fakta di lapangan menunjukkan bahwa PT.LONSUM mengelola hampir 10.000 an hektar,belum lagi pelanggaran AMDAL y,g menjadi rahasia umum/publik masyrakat Bulukumba yang resah dengan pencemaran lingkungan pabrik tersebut yang akan menimbulkan efek kerugian besar di lahan pertanian warga,” tambahnya.

Dijelaskan, pembuangan limbah hasil pabrik yang tidak sesuai prosedur. Oleh karna itu, selaku Kepala Departemen Investigasi & Advokasi GAM), melihatnya bahwa harus segera di lakukan penanganan terkait kisruh ataupun pelanggaran PT.LONSUM.

Ia juga mendesak kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Komisi B agar segera mlakukan pemanggilan oleh pihak manejemen dan mempertnyakan hal tersebut. (A)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.