Penggiat Anti Korupsi Bantaeng minta aparat hukum tangkap terduga korupsi layana publik Bappeda yang masih berkeliaran

oleh -205 views
ilustrasi
ilustrasi

Makassar– Kasus dugaan korupsi dana kegiatan “pengembangan partisipasi masyrakat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik” yang di anggarkan pada kantor Bappeda Kabupaten Bantaeng dari APBD T.A 2011 dan menunjuk participatory local social deveploment (PLSD), terus disorot para aktivis penggiat anti korupsi di daerah ini.

“Dengan Anggaran kegiatan sebesar Rp.250 juta  berdasarkan dokumen pelaksanaan perubahan anggaran (DPPA) T.A 2011 yang di bahas pada pembahasan Anggaran di DPRD Bantaeng Tahun 2011,” ucap Penggiat Anti Korupsi di Bantaeng, Yudha jaya dalam rilisnya yang diterima indotimnews.com, Senin (30/5).

Dikatakan dalam kasus korupsi ini sampai saat ini belum terungkap secara keseluruhan sejumlah oknum yang terlibat. Beberapa minggu yang lalu salah satu tersangka Sangkala irwan sudah di tahan di Rutan Kelas.II Bantaeng yang dieksekusi oleh Kejari Bantaeng berdasarkan Putusan Mahkama Agung-RI.

“Namun dalam kasus ini ada sejumlah nama lain yang belum dieksekusi di antaranya adalah salah satu anggota DPRD.Bantaeng,  dari parti Demokrat dan Bendahara pengeluaran Bappeda Pemkab Bantaeng,” tegas Yudha.

Bahkan Badan pengawsan keuangan dan pembangunan (BPKP) perwakilan sul-sel menemukan kerugian negara sebesar Rp.129.200.000 saat melakukan Audit keuangan pada tahun 2013. dari total dana Rp.250.000.000.

“Kami menduga adanya “perselingkuhan Hukum dan politik” di  Bantaeng yang berbuntut tidak seriusnya penegak hukum di menyeret oknum oknu yang diduga kuat terlibat dalam kasus dugaan korupsi inidan oknum-oknum lainnya yang ikut terlibat dalam kerugian negara ini,” ungkapnya.

Editor: A. Gusthi

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.