Penggunaan gelar palsu Rektor Universitas PGRI NTT diteliti Kejari Kupang

oleh -206 views

Sam-haning-edit-150x150_editKupang– Jaksa peneliti Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) meneliti berkas perkara dugaan penggunaan gelar palsu Rektor Universitas PGRI NTT, Samuel Haning yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Berkas perkara Samuel Haning telah P18, dan telah dikembalikan ke polisi untuk dilengkapi petunjuk jaksa penyidik,” kata Kepala seksi pidana umum (Kasi pidum)Kejari Kupang, Wisnu Wardana kepada wartawan, Jumat, 18 September 2015.

Menurut dia, pihaknya masih meneliti berkas perkara gelar palsu rektor PGRI, Samuel Haning untuk dilengkapi. Sehingga belum bisa dinyatakan P21, karena belum dilengkapi oleh polisi. “Meskipun sudah dilimpahkan kembali ke polisi. Kami belum bisa nyatakan lengkap,” katanya.

Diketahui Tim penyidik Polres Kupang Kota, Rabu, 16 September 2015 lalu melimpahkan berkas perkara dugaan penggunaan gelar palsu oleh Rektor PGRI NTT, Samuel Haning.

Kanit Tipiter Polres Kupang Kota, Inspektur dua (Ipda) Jamari mengatakan berkas perkara tersangka Samuel Haning telah dilimpahkan kembali ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang untuk diteliti kembali.

“Berkasnya sudah kami kirim lagi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang untuk diteliti lagi oleh jaksa peneliti,” katanya.

Gelar doktor yang diduga palsu yang digunakan tersangka didapat dari salah Universitas yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam pasal 68 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas.

(ntterkini)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.