Penghujung 2014, Geng Motor dan Perampok Mini Market Warnai Aksi Kriminal. Mengapa?

oleh -173 views

images(415)Makassar– Rentetan peristiwa kriminal, khususnya aksi geng motor dan perampokan mini market dengan senjata tajan (sajam) dan anak panah (busur) , menjadi perhatian warga kota ini.

Khusus di Bulan Desember 2014, sekitar 6 mini market jadi sasaran pelaku kriminal yang rata-rata berusia muda. Seperti Afa Mart, indo Maret dan Alfa Midi.

Ketenangan para pelaku ekonomi pun kian terusik dengan aksi-aksi yang bisa meregang nyawa korbannya. Bahlkan, para peaku yang berkelompok dengan dilengkapi sajam terhitung nekat.

Untung saja, hingga saat ini beluim ada korban meninggal, akibat perampokan mini market. Namun sudah puluhan juta raib digondpo perampok remaja yang mirip dengan aksi geng motor. Terakhit korbannya adalah Alfa Midi Jalan Toddopulu dengan kerugian Rp.20.400.000 plus 15 slop rokok dan barang lainnya.

Sementara itu aksi geng motor tak kalah menakutkan. Bahkan geng motor ketika menjalankan aksi lebih beringas dan sudah merenggut beberapa nyawa dalam setahun terakhir.

Kondisi inipun ditanggapin Ketua Umum Lembaga Monitoring Kinerja Aparatur Negara (Lemkira), Rizal No’ma, bahwa aksi kriminalitas yang tiada henti ini, merupakan pekerjaan yang harus dituntaskan aparatur kepolisian di wilayah ini.

“Jangan sampai warga kota ini menganggap mereka tidak aman dari aksi perampokan dan geng motor. Yang terpenting kita semua tak mau jika kepilisian tak mampu ciptakan suasana aman di tengah masyarakat,” cetus Rizal, Selasa (30/12/2014)

Hal senada dipaparkan pula Ketua Komisariat Daera Lembaga Misi Reclasering Republik Indonesia (Komda LMRRI) Makassar, H. Irhamsyahan bahwa tak ada alasan aparat hukum secepatnya melakukan tindakan hukum.

“Semua warga tentunya berkeinginan, aman dari para pelaku kriminal yang tiap saat mengancam. Apalagi Tahun 2015 perlu ada jaminan dari aparat terkait kondisi kantibmas yang ada di Makassar,” papar Irhamsyah.

Ditempat terpisah sejumlah warga yang dimintai tanggapan terklat aksi-aksi kriminal ini berharap agar kedepan pihak kepolisian mampu mendeteksi berbagai hal yang bisa membuat keamanan kota terganggu dari para pelaku kriminal tersebut.

“Tentunya saya selakui warga yah butuh jaminan kemanan. Kami selama ini masi dibayang-bayangi rasa takut akan pelaku kriminal itu,” ungkap Daeng Bado, Warga Jalan Alauddin. (Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.