Penyusunan Pansus Konflik Lahan Direstui DPRD Sulbar

oleh -266 views

20150105_16_40_02-1Makassar– DPRD Provinsi Sulawesi Barat menyetujui penyusunan panitia khusus untuk menyelesaikan konflik lahan di daerah tersebut.

“Pada dasarnya pembuatan pansus konflik lahan telah menjadi agenda kami dan akan kami upayakan dibuat pada tahun ini,” kata Sekertaris Komisi I DPRD Sulbar Sukri Umar di Mamuju, Senin.

Ia mengatakan penyelesaian konflik lahan merupakan hal yang penting karena menyangkut permasalahan masyarakat.

“Dewan tidak ingin ada masalah lagi dengan lahan di Sulbar yang bisa memicu konflik antara masyarakat sehingga mesti diselesaikan, sehingga ini sudah menjadi agenda Komisi I DPRD Sulbar untuk dibentuk,” katanya.

Pada kesempatan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyatakan setuju bila dibentuk panitia khusus DPRD Provinsi Sulawesi Barat untuk menyelesaikan sejumlah konflik lahan yang terjadi di beberapa wilayah di Sulbar.

“Pemerintah pada prinsipnya setuju bila DPRD Provinsi Sulbar membentuk pansus penyelesaian konflik lahan,” kata Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sulbar Haeruddin Anas.

Ia mengatakan pemerintah menyetujui hal tersebut karena memang selama ini konflik lahan menjadi salah satu masalah yang belum terselesaikan di Sulbar.

“Kita dukung bila ada niat baik dari DPRD Sulbar, jangan sampai dianggap pemerintah berpangku tangan atas penyelesaian kasus konflik lahan,” katanya.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) asal Provinsi Sulawesi Barat Asri Anas menyatakan akan bekerja menyelesaikan sejumlah konflik lahan di Provinsi Sulbar.

“Fokus kerja kami ke depan setelah dua kali terpilih menjadi anggota DPD-RI mewakili Provinsi Sulbar di Senayan adalah menyelesaikan konflik lahan yang terjadi di sejumlah wilayah di Sulbar,” katanya.

Ia juga meminta DPRD Sulbar membentuk pansus konflik lahan yang belum terselesaikan dan butuh dukungan pemerintah di Sulbar.

“Terdapat konflik lahan di sejumlah wilayah di Sulbar berdasarkan hasil investigasi sementara kami kepada masyarakat bahkan luasannya mencapai 1.000 hektare,” katanya. (antarasulsel)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.