Pertumbuhan Ekonomi Mamuju Utara Meningkat Tajam

oleh -314 views

images(100)-1-1Mamuju– Pendapatan per kapita penduduk di Mamuju Utara Sulawesi Barat melonjak tajam selama empat tahun terakhir karena pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.

“Sejak tahun 2010 atau empat tahun terakhir pendapatan masyarakat Mamuju Utara yang berpenduduk 200 ribu jiwa melonjak tajam berkat keberhasilan pemerintah membangun ekonominya,” kata Bupati Mamuju Utara Agus Ambo Djiwa di Mamuju, Senin.

Ia mengatakan pendapatan masyarakat di Mamuju Utara pada 2010 mencapai Rp4 juta per bulan, namun pada 2014 meningkat menjadi Rp19 juta per bulan.

“Kesejahteraan meningkat karena masyarakat Mamuju Utara mampu mengembangkan perkebunan sawit sebagai andalan yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi Mamuju Utara,” katanya.

Menurut dia, sektor perkebunan telah menyerap tenaga kerja begitu besar sehingga angka pengangguran di Kabupaten Mamuju Utara turun dalam kurun empat tahun terakhir.

“Angka pengangguran di Mamuju Utara pada 2010 mencapai tujuh persen dan berhasi diturunkan menjadi tiga persen di tahun 2007,” katanya.

Menurut dia, angka pengangguran di Mamuju Utara juga tersisa tiga persen pada 2013 menurun dari tujuh persen pada 2010, karena hasil perkebunan kelapa sawit di Mamuju Utara menyerap begitu banyak tenaga kerja.

Ia mengatakan selain menyerap tenaga kerja, angka pertumbuhan ekonomi di Mamuju Utara melambung menjadi 14 persen jauh diatas angka pertumbuhan ekonomi nasional mencapai tujuh persen.

Agus mengatakan, angka pengangguran di Kabupaten Mamuju Utara akan terus ditekan dengan dibangunnya pabrik minyak goreng terbesar di kawasan timur Indonesia di Kabupaten Mamuju Utara.

Pabrik minyak goreng milik PT Astra Agro Lestari yang dibangun di Kabupaten Mamuju Utara dengan dana investasi mencapai Rp1,3 triliun akan menjadi lapangan kerja baru bagi masyarakat menekan angka kemiskinan.

Pabrik minyak goreng PT AAL berkapasitas produksi 2.000 ton memiliki tangki cadangan penyimpang crude palm oil (CPO) yang siap diolah menjadi minyak goreng dengan kapasitas 16.000 ton

Pabrik minyak goreng itu juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang yakni pelabuhan di Tanjung Bakau Kecamatan Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara dengan luas lahan yang dimiliki mencapai 16 hektare. Agus Setiawan.

Sumber: Antara-sulawesiselatan

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.