Police Line Diserobot Preman di Tanah Berkasus

oleh -243 views

GOWA– Soe Dg Lalang hanya bisa pasrah dan tertunduk lesu memikirkan tanah warisan dari orang tuanya yang sudah berpuluh puluh tahun dia kuasai, dan sekarang tengah dalam proses hukum, sudah di pasangkan garis police line oleh pihak polda sulsel ditreskrimun Kanit IV HARDA II pada hari Kamis 19 Oktober 2017 pukul 12.30.

Nah, pada Hari Senin Tanggal 23 Oktober 2017, empat hari kemudian sekelompok preman memasang pagar seng keliling lokasi tersebut dengan tidak memperdulikan bentangan police line yang di pasang oleh Kepolisian.

Sementara Itu, Ketua LSM Maha Karya Indonesia Syafriadi Djaenaf mengatakan, sebenarnya pada hari itu juga pihak Koalisi LSM Maha Karya Indonesia sebagai lembaga yang mendampingi telah menyampaikan ke pihak penyidik yang menangani perkara ini yaitu Kompol Muhammad Yusuf Arsyad dan Iptu Nawir melalui chat WhatsApp, dengan adanya aktivitas pemagaran di lokasi yang mereka telah lintangkan garis police line.

Namun sayang, WA anggota LSM ini, tak ada tanggapan.

“Kami menduga inj pembiaran penyerobotan garis police line ini tidak sampai pada pemagaran saja tetapi di lakukan penimbunan dengan tanah dan mempergunakan alat berat jenis Dozer, sehingga ratusan pohon pisang dan ribuan pohon jagung sudah berbuah yang ditanam oleh Soe Dg lalang ikut tertimbun,” Ucap Denmang Sapaan Akrab Ketua LSM MAKAR Indonesia.

Lebih lanjut Syafriadi Djaenaf Menambahkan, lebih konyol lagi kalau mereka yang melakukan pengrusakan, malah Soe Dg Lalang ini yang dilaporkan sebagai pelaku pengrusakan tanaman.

Sementara Soe Dg Lalang Saat Ditanya soal tanah yang telah di Police line Oleh Pihak Yang Berwajib mengatakan, ia sangat sadar dan taat kepada hukum sehingga keluar meninggalkan lokasi demi kelancaran penyidikan dan mempercayakan penuh kepada Polda Sulsel atas garis police line yang dibentangkan di lokasi tersebut. (*)

loading...
loading...