Potret lingkungan Indonesia yang masuk level memperihatinkan

oleh -195 views

Aksi-PKN4Jakarta– -Ketidakpedulian pemerintah Indonesia terhadap segala macam bentuk kerusakan alam di Indonesia mulai terlihat dampaknya. Menurut Forest Watch Indonesia (FWI), laju deforestasi atau penyempitan kawasan hutan akibat pembukaan lahan di Indonesia termasuk tertinggi di dunia. Berdasarkan data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), laju deforestasi di Indonesia mencapai 2,4 juta hektar/ tahun yang mengakibatkan 43% dari 84 juta hektar hutan Indonesia berkurang.

Tidak hanya di daratan di lautan juga demikian, bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti beberapa waktu lalu mengatakan “saat ini kondisi terumbu karang yang masih baik hanya 30% sedang sisanya 70% dalam kondisi rusak dan rusak berat”. Terumbu karang secara ekologis menjadi penunjang biota laut lainnya, menjaga keanekaragaman hayati, dan sebagai pelindung pantai.

Hal tersebut mencerminkan potret lingkungan di Indonesia sangat memperihatinkan, KLHK mencatat pada 2015 telah terjadi lebih dari 300 kasus lingkungan hidup seperti kebakaran hutan, pencemaran lingkungan, pelanggaran hukum, dan pertambangan. Selain itu terjadi kecenderungan penurunan Index Kualitas Lingkungan Hidup yakni pada 2015 sebesar 63%. Hal tersebut diperkuat dengan data terakhir Menuju Indonesia Hijau dimana Indonesia hanya memiliki luas tutupan hutan Indonesia sebesar 48,7% di seluruh Indonesia.

Banyaknya permasalahan lingkungan yang terjadi berakibat pada banyaknya flora dan fauna asli Indonesia yang terancam punah. Menurut catatan IUCN Redlist, sebanyak 76 spesies hewan Indonesia dan 127 tumbuhan berada dalam status keterancaman tinggi yaitu status Criticaly Endangered (kritis), serta 205 jenis hewan dan 88 jenis tumbuhan masuk kategori Endangered (kritis), serta 557 spesies hewan dan 256 tumbuhan berstatus Vulnerable.

Dalam relis PKN kepada Beritakota Online, Kerusakan lingkungan terjadi karena pembiaran pemerintah terhadap berbagai aspek yang tidak ditangani dengan serius. Pusat Koordinasi Nasional Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia (PKN)[1] melalui Mapala Aksi Lingkungan yang akan dilaksanakan secara serempak pada selasa 22 Maret 2016 di 28 titik di seluruh Indonesia, MENDESAK agar pemerintah untuk segera mengambil sikap terhadap permasalahan lingkungan di daerah.

Dan perlu diketahui Pusat Koordinasi Nasional (PKN) merupakan Koordinator Mahasiwa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia yang di bentuk melalui Forum Nasional Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) di bawah naungan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). ( Marwan)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.