Perempuan Kios Karaoke Seronok di Tepi Jalan, Pemkot Lakukan Pembiaran?

oleh -174 views

20150116_20_47_45Indotimnews.com– Sejumlah anggota DPRD Makassar dan Walikota, beberapa waktu lalu mengecam Tempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Nusantara ebagai ajang lokalisasi, khususnya Bar Massage.

Karena itu, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Makasaar, melakukan pembatasan jam iperasional usaha tersebut. Namun sayang, Walikota Makassar dinilai sejumlah kalangan, masih tebang pilih memvonis Bar Massage sebagai ajang porstitusi.

Nah, bagaimana dengan purol (pelayan perempuan) kios karoke yang berpenampilan seronok dan banyak berselewerang di pinggir jalan?

“Hal inilah yang perlu menjadi perhatian pemkot dalam menjadikan kota ini sebagai area yang tidak diidentikkan dengan porstitusi. Semestinya pihak terkait mengambil sikap terhadap penampilan seronok yang ditonjolkan di pinggiran jalan,” ucap Rahman, pemerhati kota, Jumat (16/1/2015).

Seperti hjalnya pantauan media ini, hampir setiap malamnya puluhan purol karaoke menunggu tamu didepan kios mereka bekerja. Bahkan sesekali dengan pakaian seronok memanggil pengguna jalan maupun pejalan kaki untuk mampir ke kios mereka.

Menurut aktivus Komisi Nasional Pengawasan aparatur negara (Komnas Waspan) Walikota jangan hanya membiarkan prilaku pekerja malam ini. Setidaknya, memberi teguran pada pemilik kios karaoke tersebut.

“Jangan tebang pilih dalam melakukan penegakan hukum. Walikota maupun wakilnya, segera mengambil tindakan, agar Makassar terkesan bukan kota seronok. Alangkah bijaknya jika pemkot menyerukan atau membuat aturan terkait pakaian yang sopan untuk pekerja tersebut,” cetus Nasution Jarra, Wakil Ketua Komnas Waspan.. (Sak)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.