Home / HUKRIM / PPM Sulsel: Jangan Terprovokasi Video yang Beredar di Sosmed, Terkait Pembunuhan Iwan Gondrong

PPM Sulsel: Jangan Terprovokasi Video yang Beredar di Sosmed, Terkait Pembunuhan Iwan Gondrong

MAKASSAR– Belakangan ini media sosial ramai memperbincangkan adanya vidio yang di unggah melalui media sosial (Facebook) terkait pembunuhan Mursalim (Iwan Gondrong) di Gowa beberapa waktu lalu, mendapat tanggapan dari pengurus Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa (PPM) yang juga Ikut mengawal kasus tersebut dari Awal dan mendampingi Keluarga Korban Pembunuhan Mursalim.

“Para penggungah vidio yang belakangan ini yang memberikan berapa kesaksian sebenarnya mereka kini berstatus terdakwa atas kasus pembunuhan Mursalim dan tinggal menunggu putusan Hakim”, ucap Muhammad Akbar selaku Ketua PPM Sul-Sel.

Diketahui para pelaku menyebarkan vidio dibalik jeruji dan sekarang barada di rutan untuk menjalani proses Persidangan yang kini tinggal menunggu putusan Hakim PN Sungguminasa Gowa

“Apapun yang mereka katakan itu tidak sepantasnya kita anggap benar atau terpancing, apa lagi dalam vidio tersebut diketahui bernama Galang status terdakwa Juga menyebut dalam vidio Kematian Iwan Gonrong yang karna di fitnah dan ditembak saat melarikan diri, kami anggap adalah upaya untuk menggoyahkan keputusan Hakim,” tambahnya.

Diakui, kasus tertembaknya Iwan Gonrong itu sudah menempuh jalur Hukum atau prapradilan pada saat itu artinya persoalan hukum sudah selesai sebelum vidio dibuat

“Vidio yang di unggah di media sosial itu sudah kami tau jauh hari sebelumnya karna pernah dihadirkan di pengadilan, tinggal hakim saja untuk menilai vidio tersebut apakah terstruktur dan terencana atau tidak,” tutur Akbar.

Sangat ironi atau lucu kata Akbar, karna vidio tersebut dibuat didalam rutan dan galang yang dalam vidio berstatus terdakwa jadi keterangan yang ada di vidio sangat subjektif dan tidak dapat dianggap sebagai alat bukti saksi sesuai dengan UU No. 8 tahun 1981 tentang KUHAP”.

“Jadi agar kiranya Publik mengikuti tahapan persidangan kasus pembunuhan di sungai Jeneberang yang pada saat ini memasuki tahapan penuntutan sampai dengan tahapan pembacaan putusan Hakim Pengadilan Negeri Sungguminasa, sehingga tidak terjebak dalam opini yang dibangun oleh terdakwa, dan berharap kepada hakim yanh menangani kasus ini agar memeberikan hukuman setimpal sesuai perbuatan dan aturan yang berlaku”, tutup Akbar. (*)

loading...