Prakondisi Hari Anti Korupsi: GAM Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolda Sulsel

oleh -193 views

IMG_20141208_150928Makassar– Jelang Hari Anti Korupsi sedunia 9 Desember 2014, Lembaga Kajian dan Hukum LKBH GAM dan DPP GAM, kembali menyuarakan aspirasi rtakyat hari ini di Jalan AP. Pettarani, Senin (8/12/2014), terkait koondisi pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM)

“Oleh karena Itu kami melihat kebijakan Pemrintah ini sangat tidak Pro terhadap Rakyat. Kami menyayangkan Pemerintah dalam pengambilan kebijakan ini tidak melihat berbagai aspek lain yang tentunya muaranya akan merugikan masyarakat secara makro,” jelas Ketua DPP GAM, Rahmat Ardiansyah, via relesnya.

Sementara itu Supriadi,SH Alis Adhi Bintang selaku dewan pembina dan pendiri LKBH GAM , kenaikan Harga BBM hanya satu dari sekian permasalahan bangsa ini, yang paling miris adalah seperti apa komitmen pemerintahan Jokowi – Jk dalam penegakan Supremasi Hukum dinegri ini.

“Kami sadar dan sangat tahu berapa banyak kasus besar yang sampai hari ini tidak mampu dituntaskan oleh penegak hukum di negeri tercinta ini ,sebut saja kasus Bank century, BLBI, dan sejumlah kasus besar yang lainnya,” Jelas Adhi Bintang.

Ditambahkan, sampai hari ini otak intelektual dari korupsi besar itu belum tersentuh hukum sama sekali

Nah, aksi yang dilakukan hari ini adalah aksi Prakondisi menjemput momentum tanggal 9 desember sebagai hari anti korupsi sedunia dan 10 desember sebagai hari HAM sedunia.

“Kami selaku pengurus Dpp GAM menyatakan sikap akan terus konsisten berada pada jalur perlawanan terhadap setiap penindas dinegeri tercinta ini,” tambah Adhy Bintang dalam orasinya.

Sementarta Rahmat, mendesak pemerintahan Jokowi -Jk untuk meninjau kembali kebijakan kenaikan harga BBM yang menyengsarakan rakyat kecil.

“Tak lupa kami mendesak aparat penegak hukum dinegeri ini untuk menuntaskan kasus-kasus korupsi tanpa tebang pilih dan mendesak pemerintah Provinsi Sulsel ‘ agar kiranya menuntaskan berbagai bentuk masalah besar yang ada di sulawesi selatan,” cetusnya.

Dan yang terpenting dalam aksi prakondisi hari ini, mendesak kepada Kapolri untuk mengevaluasi kapolda Sulselbar dalam kepemimpinannya yang dianggap gagal.

“Bahkan pelanggaran HAM terhadap puluhan Mahasiswa dan aktivis terjadi di masa kepemimpinan Kapolda Sulselbar sangat jelas,” pungkas Rahmat Ardiansyah. (Hij)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.