Presiden janji bakal naikkan produksi semen di Kupang

oleh -154 views

images(5)Kupang– Presiden RI Joko Widodo berjanji meningkatkan produksi Semen Kupang menjadi 1,8 juta ton per tahun dengan meningkatkan sejumlah fasilitas, seperti pelabuhan dan bahan baku. “Nanti kami akan tambahkan kapasitasnya sehingga menjadi 1,8 juta ton per tahun,” kata Jokowi saat berkunjung ke PT Semen Kupang, Sabtu, 25 Juli 2015.

Selama ini, menurut Jokowi, NTT masih kekurangan semen, sehingga harus dipasok dari luar daerah. Padahal di NTT bahan baku pembuatan semen sangat komplet. Misalnya seperti pasir besi, gypsum dan batu kapur. Karena itu, pemerintah berencana menaikkan kapasitas semen menjadi 1,8 juta per tahun.

Menurut Jokowi, peningkatan kapasitas ini harus diikuti dengan peningkatan infrastruktur, seperti pelabuhan dan pembangunan pabrik Semen Kupang III. “Tahun ini pembangunan Semen Kupang III, dan tiga tahun rampung,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan pemerintah akan menyuntik modal bagi pabrik Semen Kupang. Jokowi dia tidak menyebutkan berapa besar dana yang akan disuntik bagi pabrik Semen Kupang. “Nanti dihitung oleh Menteri dan Dirut Semen Kupang,” kata Jokowi.

Dengaj adanya pabrik Semen Kupang ini, Jokowi mengatakan ada kesempatan tenaga kerja bagi warga lokal, dan memenuhi kebutuhan pasar sendiri di NTT. Semen itu pun bisa diekspor ke Timor Leste.

Plant Supporting General Manager PT Sarana Agra Gemilang (SAG) kerja sama operasional (KSO) PT Semen Kupang, Wawan Gunawan, mengatakan saat ini produksi Semen pabrik Semen Kupang sebanyak 1.400 ton per hari. Sementara per bulan 30 ribu ton dan 400 ribu ton per tahun. “{roduksinya tergantung permintaan pasar. Kami bisa layani hingga 35 ribu ton per bulan,” katanya.

Menurut dia, bahan baku pembuatan Semen Kupang, sebagian besar diambil dari wilayah NTT, seperti batu kapur 80 persen dan tanah liat 10 persen. “Pasir besi dari Ende, pasir dari Takari dan Sumlili,” katanya.

Hanya, gypsum yang didatangkan dari luar daerah. Wawan mengatakan di NTT terdapat gypsum yang sangat bagus. Namun, kendalanya pada proses eksplorasinya yang sulit, karena masalah adat. “Tambang agak sulit dilakukan di NTT. Padahal gypsum banyak terdapat di Alor,” katanya.

(nttterkini)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.