Prof Anwar Arifin: Professor di Indonesia minim, jumlahnya hanya kisaran 5.200 orang

oleh -208 views

Indotimnews– Seiring dengan meningkatnya daya saing dan kualitas pendidikan ternyata Indonesia masih kekurangan Profesor.

Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin (UNHAS) Prof. Anwar Arifin mengungkapkan, jumlah profesor di Indonesia saat ini masih sangat minim sebab jumlah Professor di Indonesia baru di kisaran 5.200 orang karena itu jumlah ini terbilang sangat minim bila dibandingkan dengan angka mahasiswa yang berjumlah 6 Juta lebih.

“Jadi indeks rasionya 1 banding 1.000. 1.000 mahasiswa satu profesor. Jika ini dijadikan patokan maka Indonesia paling tidak perlu 22.500 professor. Kita masih sangat perlu banyak profesor, empat kali lipat dari jumlah profesor yang ada saat ini.,” Uarnya Senin (09/01/2017) di perpustakaan Masjid Al-Markaz Al-islami Jendral M Yusuf.

Pelopor pendirian penerbitan kampus Identitas Unhas itu mengatakan, banyak bidang di indonesia masih kekurangan profesor seperti di bidang gunung merapi, tsunami, dan sebagainya.

“Negara kita dikenal banyak gunung merapi, tapi tidak ada profesornya, tsunami jaga begitu tidak ada profesornya. Sampai sekarang juga Prof Mattulada tidak ada penggatinya. Makanya saya bilang profesor di indonesia itu makhluk langka,” ungkapnya.

Prof Anwar juga menilai, minimnya jumlah profesor tersebut disebabkan sejumlah faktor.

Salah satunya adanya hambatan dari segi birokrasi. Ia menyebutkan selama ini dibutuhkan waktu 10 tahun pengabdian di institusi perguruan tinggi untuk menjadi profesor. Selain itu, faktor lainnya adalah adanya persyaratan menerbitkan jurnal internasional di Scopus.

“Aturan ini juga membuat para profesor minim di Indonesia disebabkan harus menerbitkan jurnal internasional di Scopus. Padahal banyak dosen kita ahli dibidang bahasa daerah, atau bahasa arab, yang tulisannya tidak bisa dimuat di jurnal Scopus,” terang mantan Anggota DPR RI ini.

Untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas profesor maka perlu diskusikan bersama anggota API sebagai rekomendasi kepada pemerintah untuk melakukan reformasi regulasi sehingga pengurusan gelar professor menjadi lebih ringkas dan mudah.

Laporan: Udin

loading...
loading...