Promosi Pekerjaan Layak Bagi PRT Dan Penghapusan PRT Anak

oleh -339 views

imagesIndotimnews.com– International Labour Organization (ILO) bekerja sama dengan Yayasan Kampung Halaman saat ini sedang melaksanakan program kampanye media kolaboratif yang bertema “Teman Remaja, Teman Setara”.

Tujuan program ini adalah untuk mengajak para remaja agar mengambil peran dan terlibat aktif dalam mempromosikan kondisi Kerja Layak bagi Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan penghapusan Pekerja Rumah Tangga Anak (PRTA).

Untuk diketahui, berdasarkan data ILO (2009) di seluruh dunia saat ini diperkirakan ada sekitar 52,6 juta PRT. Dari jumlah tersebut, 11,2 juta di antaranya adalah anak berusia di bawah 18 tahun.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas, 2012) diperkirakan ada 2,6 juta orang -75% adalah perempuan- yang bekerja sebagai PRT. Dari jumlah tersebut sedikitnya 347.000 orang adalah anak yang berusia dibawah 18 tahun atau yang dikategorikan sebagai PRTA. Jumlah tersebut berdasarkan data Survey Pekerja Anak (ILO dan BPS, 2009), yang memperkirakan ada 237.000 anak berusia 5-14 tahun yang bekerja sebagai PRT, ditambah data Sakernas (2012) yang memperkirakan ada 110.000 anak berusia 15-17 tahun yang juga bekerja sebagai PRT. Fakta ini sangat disayangkan karena, dengan menjadi pekerja rumah tangga, anak kehilangan hak atas pendidikan, perawatan kesehatan, hak atas waktu bermain, waktu luang, dan waktu istirahat. Terlebih PRT dikategorikan sebagai salah satu bentuk pekerjaan terburuk bagi anak, seperti diatur dalam Kepres No 59/2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak.

Bahkan kondisi yang dialami PRTA tersebut bisa jadi lebih buruk, karena faktanya, kondisi pekerja rumah tangga (PRT) dewasa pun masih terbilang buruk. PRT dewasa masih banyak yang bekerja dengan jam kerja yang sangat panjang, gaji rendah, tanpa hari libur, dan waktu istirahat tidak memadai bahkan tidak sedikit yang mengalami penyiksaan.

Mengapa Remaja

Yayasana Kampung Halaman (YKH) sebagai pelaksana program ini, percaya bahwa melibatkan remaja dalam mempromosikan pekerjaan yang layak untuk PRT dan penghapusan PRTA adalah sebuah investasi jangka panjang yang penting. Saat ini, Indonesia memiliki kurang lebih 63 juta remaja dan anak muda berusia 15-25 tahun. Sebuah potensi kekuatan luar biasa yang jika dikelolah dengan benar, dapat berkontribusi pada perubahan ke arah yang lebih baik di masyarakat.

Hal inilah yang mendasari YKH meilih tema “Teman Remaja, Teman Setara” untuk program ini. Remaja adalah teman yang bisa mendengarkan suara dan harapan PRT dan PRTA. Dari teman remaja, kemudian diharapkan akan menyebar ke orang tua, guru, tetangga, pak lurah, kepala desa dst. Semua di awali oleh teman sebaya.

Deangan begitu, Indonesia di masa depan adalah masyarakat yang menghargai PRT sebagai partner setara, profesi yang dihargai, memerlukan skill dan pengetahuan yang baik dan terlindungi dalam peraturan hukum yang resmi di atur oleh negara. Dan saat pemahaman itu terjadi, PRT Anak pun dengan sendirinya tidak perlu ada lagi di sekitar kita.

Bentuk Kegiatan

Kampanye mempromosikan pekerjaan yang layak untuk PRT/PRTA ini mengajak 2 kelompok remaja di Jakarta, dan Makasar untuk berkolaborasi membuat karya video diary dan foto story bersama dengan PRT/PRTA yang ada di tengah keluarga atau lingkungan mereka. Jakarta dan Makasar merupakan 2 kota yang memiliki jumlah PRT/PRTA tertinggi di Indonesia.

Melalui video diary dan foto story yang dibuat secara kolaboratif bersama PRT/PRTA, mereka akan mendokumentasikan hal-hal penting dalam keseharian dari kehidupan dan pekerjaan PRT dan PRTA yang ada di sekitar mereka, merangkainya dalam sebuah cerita yang kreatif (storytelling) dan menyebarkannya kepada publik yang lebih luas sebagai bagian dari upaya mendorong kondisi kerja untuk layak PRT dan penghapusan PRTA di Indonesia

Karya video diary dan foto story ini diharapkan dapat menjadi hasil riset dan cara pandang remaja Indonesia dan dapat menjadi bahan dialog antar kelompok sebaya remaja (peer group) di komunitas, pihak sekolah, keluarga dan pemerintah untuk mencari solusi bersama-sama pada persoalan terkait PRT dan PRTA. Dengan begitu, diharapkan cara pandang remaja tentang profesi PRT dapat berubah dengan sendirinya, saat ini atau saat mereka dewasa kelak. Proses ini juga diharapkan dapat memutus cara-cara lama dalam memperlakukan dan memposisikan PRT/PRTA yang tumbuh di tengah keluarga atau lingkungan mereka selama ini.

Melalui kegiatan ini peserta yang suka dengan film dan video atau hobi dengan fotografi dan jurnalistik diajak untuk membuat karya mereka sendiri dengan didampingi oleh pembuat film dan fotografer yang berpengalaman. Karya terpilih akan mendapatkan bantuan beasiswa.

Setelah dilaksanakan di Jakarta, kegiatan yang sama akan dilaksanakan di Makassar, yang diawali dengan kegiatan workshop pada tanggal 27-29 Maret 2015.

4 karya dari Jakarta dan 4 karya dari Makassar akan diluncurkan dan ditonton oleh publik Indonesia dan dunia pada peringatan Hari Pekerja Rumah Tangga Internasional (16 Juni 2015) di Jakarta.. (Mad)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.