Proses Belajar Mengajar di Solo Jadi Perhatian 12 Negara

oleh -250 views

images(2)Indotimnews.com– Sebanyak 12 negara, masing-masing Indonesia, Swedia, China, Vietnam, Kamboja, Afrika Selatan, Mesir, Zambia, Tamzania, Malawi, Euthopia dan Namibia mengintip proses pendidikan sekolah ramah anak serta Kota Solo sebagai Kota Layak Anak.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan Lund University Swedia, di Plaza Sriwedari, Minggu (29/3). Kegiatan tersebut juga merupakan rangkaian program Pelatihan dan Manajemen Sekolah Ramah Anak, di Lorin Solo Hotel selama 10 hari.

Dalam kegiatan itu, 65 delegasi dari 12 negara disuguhi dengan pentas seni yang ditampilkan sejumlah siswa dari sekolah Muhammadiyah yang ada di Solo Raya. Mulai dari pertunjukan tari, musik, wayang kulit hingga pertunjukan ekstrakulikuler lainnya.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan pola pendidikan di Muhammadiyah kepada delegasi 12 negara yang hadir di sini,” ujar Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Disdakmen) Muhammadiyah Solo, Joko Riyanto.

Menurut Joko, di era pendidikan sekarang sudah tidak zamannya lagi guru marah-marah kepada anak. Namun saat ini siswa sudah dianggap sebagai patner atau teman belajar bagi para pengajar.

“Ini kunjungan para delegasi yang kedua. Kunjungan pertama tahun 2008 di Semarang. Kunjungan ketiga akan dilakukan pada bulan Februari 2016 di Kamboja,” katanya.

Joko menambahkan, para delegasi tersebut kebetulan ingin sekali berkunjung ke Solo. Branding yang dilakukan kota Solo luar biasa, jadi event kedua ini kembali dilakukan di Solo,” pungkasnya.

(merdeka.com)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.