Proyek Pantai Pasir Putih buatan, segera dibangun kawasan Center Point of Indonesia di Pantai Losari,

oleh -457 views

IMG_20160319_004714Makassar– PT Ciputra Surya Tbk., anak usaha Ciputra Group di bidang properti akan segera memulai pembangunan proyek pantai pasir putih buatan pada kawasan Center Point of Indonesia di Pantai Losari, Makassar.

Presiden Direktur PT Ciputra Surya Harun Hajadi mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan berbagai persiapan teknis seperti studi kelayakan, analisis dampak mengenai lingkungan, dan desain proyek.

Dia menuturkan selain menyelesaikan berbagai persiapan teknis, pihaknya juga telah melakukan berbagai persiapan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan seperti ijin pengambilan pasir dan tender kontraktor.

“Mungkin kalau semuanya beres, dalam satu minggu kedepan proyeknya sudah bisa dimulai,” kata Harun belum lama ini, seperti dikutip dari Bisnis.

Menurutnya, pantai pasir putih buatan tersebut merupakan salah satu fasilitas publik yang disediakan di area CPI. Adapun, fasilitas publik lainnya yang akan dibangun antara lain adalah ruang terbuka hijau, dan tempat ibadah.

Seperti diketahui, PT Ciputra Surya Tbk. dan PT Yasin Bumi Asri (JO) akan melakukan pengembangan secara komersial pada lahan seluas 106,3 ha di kawasan Pantai Losari.

Dari total tersebut, lahan sekitar 50 ha akan diserahkan kepada Pemprov Sulsel untuk dibangun kantor pemerintahan, wisma negara, gedung pertemuan dan beberapa fasilitas publik.

Harun menyatakan pengerjaan utama dalam pembangunan proyek Citraland City Losari Makassar ialah pengerjaan reklamasi. Oleh sebab itu, saat ini perusahaan masih melakukan tender internasional dalam rangka mencari kontraktor spesialis reklamasi laut dalam.

“Dari tujuh kontraktor yang mengikuti proses tender, saat ini tinggal tiga kontraktor saja yang dinyatakan lolos untuk mengikuti tahapan tender berikutnya,” ujarnya.

Ketiga peserta tender tersebut antara lain adalah China Harbour asal Cina; Boskalis dari Belanda dan Dredging Internasional dari Belgia.

Ketiga kontraktor, imbuhnya, diwajibkan memasukkan penawaran final pada awal Desember, dan pengumuman pemenang tender rencananya akan dilaksanakan pada Januari 2016.

Berdasarkan penjelasannya, proses reklamasi rencananya akan dilakukan dalam 2 tahapan. Untuk reklamasi‎ tahap I akan dilakukan di lahan seluas 100 ha dengan biaya investasi Rp2,5 triliun.

Selanjutnya, tahap II seluas 57 ha baru akan direklamasi setelah tahap 1 selesai. Proses reklamasi diperkirakan memakan waktu hingga 2 tahun, dengan demikian pengerjaannya baru akan selesai pada 2018.

Di sisi lain, Harun menuturkan belum lama ini pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan delegasi bisnis asal Australia. Dia menuturkan pertemuan tersebut dilakukan atas inisiasi perwakilan Australia yang ingin informasi terkait proyek Center Point of Indonesia (CPI) dan CitraLand City Losari Makassar.

“Delegasi bisnis asal Australia bilang ingin mendapatkan informasi soal CPI dan CitraLand City Losari Makassar, makanya akhirnya kita undang mereka datang dalam pertemuan yang diadakan pekan lalu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lakri Kota Makassar, Herman Syam menuturkan dukungannya terhadap pembangunan CPI di Makassar, dengan pertimbangan CPI akan mengurangi angka pengangguran dan memajukan ekonomi makassar dan sulawesi selatan pada umumnya, ijin reklamasi CPI yang telah di terbitkan oleh pemprov sul-sel dan disetujui oleh DPRD terdahulu yang kemudian di gugat oleh PTUN akan menimbulkan adanya mosi tidak percaya dari investor. Karena bagi investor adanya kepastian regulasi hukum menjadi hal yang utama dan pertama demi menjamin keamanan investasi.

Menurut pandangan LMR-RI Komda Makassar yang juga di sampaikan oleh salah satu Wakil Ketuanya, Iqbal, S.Pd menegaskan kami hanya ingin melihat agar mega proyek CPI ini tetap berjalan karena memiliki nilai manfaat yang sangat besar buat kemajuan Sulsel, terutama kota Makassar menuju kota dunia. dan Masyarakat Kota Makassar khususnya dan Sulsel umumnya bisa merasakan mamfat bagi hasil pembangunan ini kedepan. ( Andi Ahmad )

Editor : Andi A Effendy

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.