Proyek Penimbunan Untuk Rel Kereta Api Makassar-Parepare Disorot GEMA GARDA

oleh -95 views

MAKASSAR– Pekerjaan pembangunan jalur rel kereta api di Pulau Sulawesi, khususnya di Sulsel, menjadi prioritas di era pemerintahan Jokowi untuk yang menghubungkan wilayah atau perkotaan yang mempunyai potensi angkutan penumpang dan barang atau komoditas berskala besar, berkecepatan tinggi, dengan tingkat konsumsi energi yang rendah.

Tentunya, hal ini mendukung perkembangan perkotaan secara terpadu melalui integrasi perkotaan di wilayah pesisir, baik industri maupun pariwisata serta agropolitan baik kehutanan, pertanian maupun perkebunan.

Nah, Ketua Gerakan Pelajar Mahasiswa Garda Nusantara  (GEMA GARDA) Sulsel Menjelaskan, jalur sepanjang kurang lebih 145 kilometer ini merupakan tahap pertama dari pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi dari Kota Makassar menuju Kota Parepare, Proses groundbreaking pembangunan kereta api lintas Makassar-Parepare telah dilaksanakan namun pada proses pembangunannya terdapat beberapa kendala tekhnis.

“Berdasarkan hasil investigasi yang patut kami duga bersumber dari perusahaan kontraktornya sendiri yakni PT.PARAGA LAMBANG SEJAHTERA yang merupakan perusahaan induk pemenang tender untuk penimbunan proyek pada paket 413 yang terletak di, dimana dalam proses pekerjaan penimbunan jalur rel kereta api sama sekali tidak melibatkan atau memberdayakan perusahaan lokal, dan berdasarkan fakta PT. Paraga Lambang Sejahtera hanya melibatkan satu perusahaan yakni CV.Arga Mandiri sebagai sub kontraktor untuk melakukan penimbunan yang notabene sebagai anak perusahaan sendiri,” tegas Ansar dalam rilisnya, Kamis (3)12).

Menurutnya, hal tersebut tentu merupakan perbuatan melawan hukum berupa tindakan/praktek monopoli usaha yang melanggar ketentuan Pasal 17 Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 Tentang larangan praktek Monopoli dan persaingan usaha.

“Berdasarkan pantauan kami, keseluruhan paket pekerjaan penimbunan jalur kereta api baik di paket 411 yang dikerjakan oleh PT. Tiga Putra Mandiri, dan Paket 412 yang dikerjakan oleh PT. Tanjung INTI Wira semua memberdayakan kontraktor lokal, kecuali PT. Paraga Lambang Sejahtera yang mengerjakan paket 413, dan karenanya kami mencurigai adanya praktek monopoli yang dilakukan oleh perusahaan tersebut,” tutur Ansar Makkasau.

Sementara Muhammad Asrul.SH, Sekretaris Umum Gerakan Pelajar Mahasiswa Garda Nusantara Sulawesi selatan mengatakan hal demikian cenderung berpotensi membuka kerang dugaan Mark Up anggaran yang bermuara pada praktek korupsi,kolusi dan nepotisme.

“Kami meminta kepada Satuan Kerja kereta Api Trans sulawesi untuk mengevaluasi kembali kebijakan penimbunan tersebut khususnya paket pekerjaan penimbunan kereta api di CT 413, agar tidak terjadi praktek monopoli serta persaingan usaha tidak sehat dalam pekerjaan proyek tersebut serta meminta komisi persaingan usaha untuk melakukan penindakan terhadap perusahaan tersebut untuk terciptanya ketertiban dunia usaha,” ucapnya.

Adapun sikap dari Gerakan Pelajar Mahasiswa Garda Nusantara Sulawesi Selatan, Agar dalam proses pembangun jalur kereta api ini dapat menjadi atensi dari berbagai Pihak, khususnya Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan sebagai pengawal percepatan pembangunan strategis nasional, sehingga dalam waktu dekat ini akan melakukan konsolidasi jajaran guna melakukan demonstrasi sebagai sikap tegas agar tidak ada oknum kontraktor yang dan proyek Kereta Api ini dapat segera dinikmati oleh kalangan masyarakat Sulawesi selatan. (Rls)

loading...
loading...