PSPPI FTI UMI Gelar Pengambilan Sumpah Insinyur Angkatan IX periode I Tahun 2021

oleh -47 views

MAKASSAR–  Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Pengambilan Sumpah Insinyur Angkatan IX periode I Tahun 2021 di Grand Diamond Ballroom, Myko Hotel & Convention Center Makassar, Kamis (8/4/2021).

Kegiatan dihadiri Rektor UMI Prof. Dr. H. Basri Modding, S.E., M.Si., Dekan FTI UMI Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng, Kepala LLDikti Wilayah IX Prof. Dr. Jasruddin, M.Si., dan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Dr. Ir. Heru Dewanto, S.T., M.Eng., IPU., Asean Eng.

Hadir melalui virtual Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Prof. Dr.Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Prof. Dr. Ing. Ir. Asep Ridwan, S.T., M.T.

Hadir pula secara virtual Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas Presiden, Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi, BBA., MPA., Ketua Badan Kejuruan Sipil PII Ir. Bambang Goeritno, MPA., MSc., IPU, Wakil Ketua Umum PII Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, M.Eng.Sc., IPU, Ketua Badan Kejuruan Kimia PII Ir. Ricky Hikmawan Wargakusuma, MH., IPM, dan Ketua PII Cabang Makassar Dr. Eng. Ir. Muhammad Rusman, M.T., IPM., ASEAN Eng.

Kegiatan dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara UMI dengan UNTIRTA Banten dan penyerahan MoU dengan Institut Teknologi Indonesia (ITI) Serpong. Serta penandatanganan PKS antara FTI UMI dengan FT UNTIRTA dan penyerahan PKS dengan ITI Serpong.

Dekan FTI UMI Zakir Sabara mengawali sambutannya mengungkapkan PSPPI FTI UMI berdiri sejak 2017 dan hingga saat ini telah melahirkan 1200 alumni. “Di Indonesia, PSPPI ada sejak 2017 dan FTI UMI menjadi pionir lahirnya PSPPI di Indonesia. Insinyur FTI UMI siap berkontribusi untuk membanggakan insinyur Indonesia di kancah regional, nasional, dan global,” ungkapnya.

Ketua Umum PII, kata Zakir Sabara, akan memberikan kejutan yang luar biasa kepada alumni PSPPI FTI UMI menyangkut Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI). “Insya allah ini akan membahagiakan dan menjadi kado istimewa untuk PSPPI FTI UMI karena bersama hari ini beliau membawa 1200 STRI untuk alumni PSPPI FTI UMI. Ini yang paling membahagiakan bagi alumni, karena sesungguhnya ujung dari PSPPI ini adalah STRI,” urainya.

Sementara itu, Rektor UMI Prof. Basri Modding mengatakan penandatanganan MoU merupakan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka, artinya perlu adanya sinergitas antar perguruan tinggi maupun dengan industri.

“Sebagai seorang insinyur, harus berakhlakul karimah, yaitu harus memiliki karakter moral dengan menanamkan nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, kejujuran dan rendah hati. Kedua, harus memiliki karakter kinerja. Yaitu seorang insinyur harus bekerja keras, ulet, tangguh, dan tak mudah menyerah. Inilah implementasi berbudi luhur, oleh karena itu tidak ada lagi yang menyandang insinyur rajin beribadah malas bekerja atau sebaliknya,” tandasnya.

Prof. Basri menambahkan, seorang insinyur harus berkompeten yaitu memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, punya kemampuan komunikatif dan kolaboratif. “Profesionalnya seorang insinyur itu harus inovatif,” imbuhnya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini mengungkapkan bahwa UMI adalah lembaga pendidikan dan dakwah, yang bercita-cita sesuai dengan visinya bagaimana menghasilkan manusia yang berilmu amaliah, beramal ilmiah, dan berakhlakul karimah serta berdaya saing tinggi.

Prof. Nizam dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada angkatan IX peserta PSPPI FTI UMI. “Saya tau PSPPI FTI UMI ini adalah perintis, pionir pertama yang membuka program studi profesi insinyur dan saat ini 1200 alumni PSPPI sudah berkiprah secara profesional di berbagai penjuru tanah air. Saya ucapkan selamat dan saya berharap PSPPI UMI terus menjadi pionir dan menjaga mutu, profesionalisme dan menyiapkan  insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dan peduli pada lingkungan, masyarakat dan terus membangun bangsa dan negara. Sukses PSPPI FTI UMI,” tuturnya.

Sebagai Ketua Umum PII, Heru Dewanto turut mengucapkan selamat kepada alumni, “Karena pada hari ini sudah bisa menempatkan gelar profesi insinyur di depan nama alumni secara sah,” ucapnya.

Kepada UMI, Heru menyampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya, pertama karena kekonsistennya dalam menjalankan PSPPI FTI UMI ini hingga mencapai angkatan yang ke-9. Kedua atas kepeloporannya bahwa PSPPI di Indonesia pertama kali diadakan di UMI. “Artinya, insinyur pertama dari PSPPI lahir dari UMI,” ungkapnya.

UMI juga telah melakukan afirmasi ke Universitas Tadulako di Sulawesi Tengah dan hari ini juga menjadi inisiasi dengan di tanda tanganinya MoU untuk melaksanakan afirmasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Institut Teknologi Indonesia.

“Hari ini, UMI menjadi pelopor lagi di dalam penerbitan STRI. Hari ini saya khusus hadir kemari untuk menyerahkan 1200 STRI kepada insinyur PSPPI FTI UMI,” kata Heru.

Mengakhiri sambutannya, Heru mengingatkan, tugas insinyur pada dasarnya ada dua, yang pertama memajukan bangsa, yang kedua menjadi agen kemajuan peradaban manusia. Selanjutnya, Heru Dewanto melakukan pengambilan sumpah insinyur dan melaunching pemberian 1200 STRI kepada alumni.

Prof. Jasruddin dalam sambutannya, mengungkapkan taglinenya, “Dimana ada Zakir Sabara disitu ada inovasi”, karena dia berani berpikir kreatif dan karena dia selalu kritis. “Teruslah berkarya dan buktikan STRI yang kita miliki adalah lisensi buat kita bahwa ketika kita ingin berbuat tidak perlu lagi referensi, karena diri kita telah menjadi referensi,” pesannya.

Mewakili wisudawan, Ir. Bob Indiarto Agus Susatyo, M.M. selaku Direktur Produksi PT Pupuk Indonesia (Persero) memberikan sambutannya. “Jumlah wisudawan angkatan IX ini sebanyak 200 insinyur profesional dengan latar belakang yang bervariasi, dari Rektor, Dekan, Direktur, Kepala Dinas, Kepala Balai, Anggota Dewan dan Engineering muda. Asal daerah dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua,” jelasnya.

Ia juga memperkenalkan profil sekilas PT Pupuk Indonesia yang merupakan salah satu BUMN holding company mempunyai 10 anak perusahaan yang bergerak di bidang industri pupuk dan petrokimia, IPC, logistik, trading, energi dan pangan.

“Dengan adanya pendidikan profesi insinyur, diharapkan standar kompetensi insinyur di Indonesia dapat menjawab kebutuhan dan tantangan pembangunan pada bidang teknologi, industri, dan infrastuktur di Indonesia,” harapnya.

Menurutnya, FTI UMI tepat sekali menyelenggarakan PSPPI ini. Alasannya adalah pertama pelayanan prima yang terintegrasi, kedua pendampingan untuk memperoleh sertifikat kompetensi insinyur, STRI, hingga sertifikasi International ASEAN Engineering, ketiga jumlah alumni sudah lebih dari 1200 dan tersebar di seluruh nusantara bahkan di luar negeri.

“Oleh karenanya, peran insinyur sangat dibutuhkan dalam hal ini membantu pemangku kebijakan yakni pemerintah untuk memajukan Indonesia secara keseluruhan. Selamat menjadi insinyur profesional, selamat berjuang,” pungkasnya.

loading...
loading...