Publik ingin dugaan penggunaan dan kepemilikan sabu oknum anggota DPRD Jeneponto terang benderang di tangan polisi

oleh -573 views

PhotoGrid_1447473262272Makassar– Penyidikan pihak Polres Jeneponto atas penangkapan dugaan penggunaan dan kepemilikan narkoba jenis sabu Apriyanti alias Rani, anggota DPRD Jeneponto, Fraksi Golkar, membuat publik jadi bingung.

Pasalnya, kabar yang dansir di seluruh media pasca penangkapan oknum politikus Partai Golkar, awalnya dinyatakan positif oleh Kabis Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Frans Barunm

Namun kabar hari ini, Minggu (15/11) di sejumlah media Kasat Narkoba Polres Jeneponto, AKP. Arie Valianto, menegaskan bahwa hasil tes urin dari Labfor Mabes Polri di Makassar, dinyatakan negatif. Mana yang benar?

Namun dalam pesan singkat via Watshap milik Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Frans Barung Mangera, saat diminai komentar terkait oknum anggota DPRD Jeneponto, dinyatakan positif sesuai dengan hasil laporan Kapolres Jeneponto AKBP Joko Sumarno.

“Positif kata Kapolres AKBP. Joko’ dalam pesan singkat Kabid Humas Polda Sulselbar, Sabtu 14 November 2015, Pukul 19.53 Wita.

Sementara itu, sejumlah organisasi aktivis dari awal penangkapan Rani bersama istrinya yang diamankan di Mapolres Jeneponto, sudah berteriak lantang, agar kasus ini harus jadi prioritas pihak kepolisian.

Seperti pernyataan Wandi, aktivis senior dari Gerakan Pelajar Mahasiswa. (GARDASI), dari awal meminta masyarakat dan aktivis untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Mari bersama kawal kasus ini hingga tuntas. Jangan sampai peregakan hukum tidak ditegakkan, apalagi yang bermaslah adalah kalangan politisi,” pinta Wandi.

Nah, tentunya, punblik yang sudah mengetahui jika Indonesia masuk dalam level darurat narkoba, dan barang haram itu didengung-dengungkan sebagai musuh utama negeri ini, maka sangat diharapkan pihak Polda Sulsel segera mengambil alih dugaan pemakaian dan kepemilikan sabu milik politisi Golkar tersebut.

Penulis: Zulkifli

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.