Home / Indotimnews / Rakernas BKS PTIS dibuka Wapres RI

Rakernas BKS PTIS dibuka Wapres RI

Indotimnews– Rapat kerja nasional (Rakernas) dan semiloka internasional Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta Indonesia (PTIS) yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, dibuka secara resmi wakil presiden RI yang juga ketua dewan penasehat BKS TIS H M Jusuf Kalla (26/4/17).

Hadir Menristek Dikti, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, ketua umum BKS PTIS yang juga rektor UMI, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar Ma, hadir pejabat provinsi kalteng dan palangkaraya, Ketua DPRD Kalteng, walikota palangkaraya, PImpinan PTIS se indonesia, pimpinan ormas islam dan kemasyarakatan se kal.tengah, Prof Dr H Mansyur ramly, HM.Mokhtar Noet jaya sebagai dewan penasehat BKS PTIS

Jusuf Kalla dalam arahannya menjelaskan, lebih 400 PTIS yang berkiprah memberikan amal jariyah .

“”Sebelum bersaing global, maka bersaing lokal dulu perlu langkah-langkah strategis untuk memantapkan diri ke tingkat yang lebih baik. Kualitas itu penting apabila berbicara pendidikan untuk ke depan tidak melihat kebelakang,” ucap Wapres RI.

Berbicara pendidikan dan mutu lanjut Jusuf Kalla, pertanyaan pendidikan apa yang dibutuhkan ke depan?

“Kita butuh berbagai disiplin ilmu yang memiliki makna untuk kehidupan yang lebih baik. Kebutuhan yang mengarahkan prioritas dalam menata bangsa ke depan. Selain itu dinamika ilmu yang perlu mendapat perhatian agar kita bisa survive,” ucapnya.

Dukatakan, ilmu begitu cepat perkembangannya apabila tidak memperbaiki kualitas maka masyarakat akan meninggalkan.

“Ada kecenderungan PTIS membanggakan masa lalu itu hanya kehebatan masa lalu namun jaman kita, membutuhkan sesuatu yg dapat membanggakan juga hari ini dan akan datang
Rakernas merupakan media evaluasi dan merencakan apa yg akan dilaksanakan selanjutnya,” tegas orang nomor dua di negeri ini.

Menurutnya, seminar ini membahas perubahan yang akan dilakukan hr ini untuk ke depan dengan tuntutan yang sama untuk mencerdaskan bangsa dalam semua bidang. Mencerdaskan bangsa tentu melalui pendidikan dari berbagai disiplin ilmu untuk kemasalahatan umat bangsa dan negara.

“Ada dua aliran dalam pendidikan yaitu pendidikan skill/kemampuan dan Liberal Art ( kemampuan untuk berinovasi). Pertanyaan kemudaian
Sistem pendidikan apakah yang dikirimkan skill yang didahulukan atau inovasi dengan kebebasan berpikir mahasiswa?” Tutur Jusuf Kalla.

Jawabannya kata Jusuf Kalla, adalah kedua aspek tersebut mendapat perhatian dengan tetap mengedepankan alumni yang memiliki perilaku yang baik
Kerjasama itu pentin, karena saling membutuhkan untuk saling mendukung agar menjadi kuat.

“PTIS menyandang Islam dan agama adalah peradaban dan akhlak karena itu hasil pendidikan. Kampus islami menciptakan peradaban yang baik dengan akhlak yang baik.
Islam di indonesia harus menjadi contoh bagi negara yang lain mengedepankan peradaban dan akhlak yg baik. Karena tanpa akhlak kita akam menghasilkan monster. Islam indonseia islam washatiyah,” harapnya.

Sementara, sambutan ketua umum BKS PTIS Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar MA
Saat ini pertumbuhan dan perkembangan PTIS di indonesia cukup menggemberikan yg tercatat hingga saat ini kuranh lebih 400 PTIS.

“Data ini mengindikasikan bahwa PTIs merupakan salah satu potensi yang sangat besar. Karena itu organisasi BKS PTIS akan senantiasa melakukan penguatan antar anggotanya dalam mencari solusi strategis dalam menjawab berbagai persoalan
Kehadiran BKS PTIS sebagai salah satu elemen dalam sisdiknas mempunya tanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan visi indoneaia 2030,” jelas Rektor UMI ini.

Hal itupun kata Masrurah, mendorong inovasi untuk meningkatkan daya saing PTIS serta peran sentral dalam mendesain formasi bangsa ke depan.Daya saing perguruan tinggi (PT), secara global adalah salah satu faktor penentu dlaam kenaikan tingkat global comblvetitivoniea index terutama dalam fungsinya sebagai efficienct enhancer.

“Persaingan bukan saja dalam level lokal dengan seama PT nasioanl juga daya dengan PT asing yg aksesnya semakin terbuka karwna itu PSTI harus slaing mendukung dalam upaya melahirkan yang berkualitas profesional dan berakhlak karimah,” terangnya.

Seperti halnya Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palangkaraya yang juga Ketua Panitia kefiatan ini, Dr Bulkani, melaporkan tujuan kegiatan dengan tema meningk Arkan kualitas PTIS menuju berdaya asing global bertujuan memperkuat persatuan dan kesatuan PTIS se Indonesia dalam komitmen bersama untuk merumuskan langkah strategis ptis ke depan.

Khiatan diiktui 200 PTIS dengan jadwal kegiatan Tanggal 25 s.d 27 april 2017. (*)

loading...