Raudhatul Athfal dan Madrasah, jadi tema laporan tahunan Pendidikan Agama dan Keagamaan tahun ini

oleh -340 views

Indotimnews– Kementerian Agama merilis Laporan Tahunan Pendidikan Agama dan Keagamaan Tahun 2016. Laporan Tahunan yang hadir dalam rangka merekam berbagai dinamika pendidikan agama dan keagamaan sepanjang tahun 2016 dirilis secara resmi oleh Kabalitbang Abd Rahman Mas’ud di Jakarta.

Laporan Tahunan yang telah memasuki tahun ke-4 ini terbagi menjadi 3 (tiga) tema besar sesuai tugas dan fungsi Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan. Tiga tema tersebut antara lain: Raudhatul Athfal dan Madrasah, Pendidikan Agama dan Pendidikan Tinggi Keagamaan, serta Pendidikan Keagamaan.

“Semua yang kami masukkan (dalam laporan) itu sesuai penelitian. Ini akan lebih kuat. Itu standing poin dari Kemenag,” ujar Abd Rahman Mas’ud di Jakarta, Selasa (28/11). Selain Kemenag, sejumlah LSM ada juga yang tiap tahunnya merilis laporan tahunan tentang pendidikan agama dan keagamaan.

Menurut Rahman, Laporan tahunan yang disajikan merupakan hasil penelitian mengenai rohis, pesantren, pendidikan formal dan informal. “Kami juga mengcover pendidikan non keagamaan Islam seperti sekolah menengah keagamaan Kristen, Hindu, Buddha, dan Katolik; semua dicover,” katanya.

“Yang informal itu seperti pesantren dan pasraman Hindu. Kami lakukan semua itu berdasar penelitian dan perlu juga untuk diketahui publik,” sambungnya.

Kapuslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Amsal Bachtiar menegaskan bahwa laporan tahunan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan. Menurut Amsal, ada dua hal yang dicantumkan dalam laporan ini, yakni penelitian dan pengembangan.

“Produk penelitian itu adalah hal-hal yang terkait dengan pendidikan agama di sekolah-sekolah madrasah dan pesantren baik itu guru, kurikulum penyelenggaraan, kegiatan belajar mengajar, sekaligus sarana dan prasarana. Itu yang kita lihat sebagai bagian dari evaluasi untuk Kemenag secara keseluruhan, terutama di bidang-bidang pendidikan agama dan keagamaan,” tutur Amsal.

Sedangkan pengembangan, berupa panduan, seperti panduan menulis buku teks pendidikan agama juga pedoman pembuatan karya-karya ilmiah. Amsal berharap untuk tahun-tahun mendatang, laporan tahunan ini dapat tersusun lebih cepat agar dapat segera mendapat respon dari mitra kerja seperti Bimas Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha bahkan Khonghucu. (*)

loading...
loading...