Home / Indotimnews / Rektor UMI : Mengajar Harus Punya SIM

Rektor UMI : Mengajar Harus Punya SIM

MAKASSAR– PEKERTI merupakan kewajiban yang harus diikuti oleh setiap tenaga pengajar.

“Orang yang belum ikut pekerti sebenarnya belum bisa ngajar, Karena pekerti itu dirancang untuk membuat program pengajaran dalam jangka satu semester,” papar Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding SE MSi saat memberikan sambutan pada pelatihan Pekerti bagi Dosen UMI yang dilaksanakan LP2S UMI di Menara UMI Lt. 3 , Senin (1/10/18).

Selanjutnya, tenaga pengajar harus merancang komunikasi dan keterampilan mengajar. Harus mampu terampil dalam menyampaikan materinya.

“Jadi harus punya strategi, apalagi jika mata kuliahnya memerlukan wawasan yang luas, harus terstruktur betul,” harap alumni Fakultas Ekonomi UMI ini.

Ia mengibarakatkan sebagai surat izin mengemudi (SIM) kendaraan, bagi dosen sebagai surat izin mengajar. Harus mengikuti Pekerti baru dapat mengajar, tuturnya di akhir

Sementara, Ketua LP2S UMI, Prof. Dr. H. Syahnur Said Msi dalam laporannya mengatakan, pelatihan Peningkatan Ketrampilan Dasar Teknik Institusional (Pekerti) Angkatan 12 selama lima hari (1-5/9) di menara UMI.

kegiatan ini diikuti oleh 26 orang dosen yayasan dan diadakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya (LP2S).

“Pelatihan ini angkatan ke-12, pesertanya diikuti 26 orang yang diutus dari semua fakultas, ” sebutnya.

“Pelatihan ini senantiasa melakukan evaluasi terhadap peserta, dari kedisiplinan waktu, dari mengikuti materi karena dari sinilah cikal bakal seorang dosen selaku tenaga pendidik, semua pelatihan yg kami selenggarakan disiplin terhadap waktu dan dimohon peserta disiplin mengikuti semua materi,” pungkas Syahnur Said. (*)

loading...