Home / Indotimnews / Renungan pasca Pilgub: Pilkada serentak 2018 dikontestasi politik lokal dan regional menuju kontestasi politik nasional

Renungan pasca Pilgub: Pilkada serentak 2018 dikontestasi politik lokal dan regional menuju kontestasi politik nasional

Oleh: Ardiansyah

Ijinkan saya untuk sedikit ikut Berkonstribusi pemikiran setelah merefleksi Dinamisasi politik pilgub

Setidak tidaknya dalam melakukan evaluasi sebagai bahan renungan pasca pilgub maka ada 2 dimensi yg harus di evaluasi & atau direnungkan yaitu dimensi internal dan dimensi eksternal terhadap tiga tahapan yg harus dicermati, input -proses-output.

1. Dimensi internal, dimensi ini dikenal dengan sebutan soft dimensi didalamnya menyangkut soal kebersamaan, kesatu paduan, kapasitas dan integritas calon/ figur, dan yg cukup penting adalah jejak rekam figur baik yg terkait dengan back Ward looking maupun soal forward looking.

2. Dimensi eksternal
Dimensi ini dikenal dengan sebutan Hard dimensi, menyangkut soal partai politik, strategi pemenangan, sistem demokrasi, regulasi ( UU Pilkada & pemilu ) dan tipologi pemilih

Tiga tahapan yang perlu dicermati :

1. Input : rekruitmen calon baik calon kepala daerah ( bup/Gub) calon Presiden dan calon legislatif

2. Proses : eksekusi strategi pemenangan jika diperhadapkan dengan tipologi pemilih

3. Hasil akhir dari proses. Demokrasi , lahirnya THe next leader.

Berdasar pada sedikit referensi diatas maka yg perlu untuk dievaluasi untuk politik identitas Luwu baik untuk kelas lokal regional apalagi nasional Adlah pada dimensi internal terkait kebersamaan, kesatupaduan dan kapasitas figur , perlu ada resolusi dan mencoba merekonstruksi ulang dan mendorong kesamaan dalam melihat momentum politik dalam upaya mendorong kebersamaan Wija to Luwu dalam mengisi momentum politik baik Dikelas lokal regional maupun nasional,,,Luwu punya banyak aset sumber daya manusia, Luwu dikenal dengan kemampuan tokohnya dalam dunia politik, tinggal bagaimn kita meracik agar Luwu mampu merajut kebersamaan dan bersatu dalam mengisi momentum politik.,, tidak berpecah, tidak saling menenggelamkan, tidak saling mematikan, tetapi kembali ke titah untuk saling menopang, saling menguatkan dan saling memberi ruang untuk hadirnya perubahan perubahan dengan mengedepankan kebersamaan. Ini penting, karena berbicara soal figur, tanah Luwu punya banyak figur, bercerita soal strategi politik tanah Luwu sejak zaman kerajaan sudah dikenal dengan kepiawaiannya dalam dunia politik, berbicara pada Sisi jumlah/ basis / konstituen Luwu masih sangat empuk bagi para politisi regional dan nasional dimana tanah Luwu berada dalam urutan ke 4 suara terbanyak setelah Makassar, Gowa dan Bone untuk kelas politik Sulsel.,

Kesimpulan sementara :
bahwa tanah Luwu dikenal dengan kepiawaiannya dalam dunia politik sejak zaman kerajaan, punya banyak figur dan tokoh, jumlah konstituen yg besar, tipologi pemilih masih terbagi pada 4 tipe pemilih sebagaimana juga berada di daerah lain.

Yang harus didorong adalah bagaimana tokoh tanah Luwu mampu mendorong kebersamaan dan bersatu dalam mengisi momentum politik.

Terus bergerak berikan ruang untuk hadirnya perubahan.

 

Penulis adalah Ketua Perhimpunan Pemuda Wawasan nusantara Sulsel

 

loading...