Revisi yang dilakukan Rizal Ramli hanya membuat investor bingung

oleh -353 views

images(1)Jakarta– Staf Ahli Bidang Ekonomi Wakil Presiden, Sofjan Wanandi angkat bicara terkait kekisruhan megaproyek 35.000 MW. Sofjan menyebut, revisi yang dilakukan Menko Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli hanya membuat investor bingung.

“Saya khawatirkan investor di luar itu, nanti dinilai apa ini Indonesia kok Presiden bilang begini Menkonya begitu, kan tidak benar namanya, itu tidak bagus untuk iklim investasi kita,” kata Sofjan di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (8/9).

“Terlalu lama kita itu bicaranya satu sama lain tidak satu arah, bikin confused (bingung) semua,” tambahnya.

Sofjan menegaskan sikap Rizal selaku menteri seharusnya membantu presiden merealisasikan proyek-proyek yang sudah direncanakan. Masukan-masukan terhadap proyek-proyek tersebut alangkah baiknya disampaikan dalam forum internal.

“Sebenarnya tidak perlu panjang berargumentasi berteori-teori, sebagai pembantu presiden harusnya mengikuti apa maunya presiden saja, ya kan? Dia (Rizal) ini mau beri lihat bahwa dia lebih pintar dari presiden, saya tidak tahulah,” kata Sofjan.

Sofjan menilai, sudah saatnya Presiden Joko Widodo untuk menertibkan sikap Rizal Ramli. “Presiden harusnya tertibkan, yang begitu-begitu tidak bisa ditoleransi. Akhirnya kan bingung investor di luar, mau investasi di Indonesia nanti mana yang dipegang kalau menterinya bisa saja mengubah policy kebijakan presiden,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengusik megaproyek listrik 35.000 megawatt. Rizal melakukan rapat koordinasi di kantornya dan memutuskan memotong rencana proyek listrik 35.000 MW menjadi 16.000 MW.

Seminggu setelah dirinya diangkat sebagai Menko Maritim, Rizal juga menilai rencana proyek listrik 35.000 MW adalah hal yang mustahil. Rizal pun mengatakan bahwa proyek tersebut merupakan ambisi Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pernyataan Rizal Ramli ini dinilai membuat bingung para investor. Pasalnya Presiden Joko Widodo sudah membuka proyek ini untuk para investor.

(merdeka)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.