Rp. 23 Milliar kerugian PLN area Makassar Tahun 2015 dikembalikan

oleh -190 views

_20150729_232035Makassar– Sebanyak 60 tim petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) yang terdiri dari tiga orang pegawai PLN ditambah satu orang personel kepolisian dari Polrestabes Makassar dan Polda Sulselbar diterjunkan untuk melakukan operasi penertiban aliran listrik (OPAL) baik yang termasuk pelanggan industri dan bisnis maupun pelanggan rumah tangga.

Sepanjang tahun 2015 ini, PT PLN (persero) Area Makassar berhasil melakukan penambahan pendapatan sebesar Rp23 miliar. Tambahan pendapatan ini bersumber dari pembayaran denda dari pelanggan industri, bisnis, dan rumahtangga yang terbukti melakukan pencurian daya listrik.

“Dari operasil penertiban aliran listrik yang dilakukan petugas P2TL PLN selama tahun 2015, baik di perusahaan atau industri maupun perumahan, banyak ditemukan penyalahgunaan penggunaan kwh meteran. Ada yang mengutak atik meteran untuk memperlambat putarannya, dan ada pula yang putaran meteran normal tapi tidak sebanding jumlah pemakaian yang seharusnya dengan yang tercantum di meteran. Mereka inilah yang kita tertibkan dan mendapat sanksi denda,”jelas Manajer PT PLN (persero) Area Makassar, Syaifuddin , sesaat setelah melepas secara simbolis 60 tim petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) di halaman kantor PLN Area Makassar, Jalan Monginsidi Makassar, Rabu (29/7)

Syaifuddin mengatakan, dari segi nilai denda kebanyakan berasal dari industri dan bisnis. Tapi dari sisi jumlah pelanggan yang terjaring penertiban, kebanyakan adalah kategori pelanggan rumahtangga. Pada operasi penertiban kali ini, PLN Area Makassar menurunkan sebanyak 60 tim. Satu tim terdiri dari 3 orang ditambah satu orang personel kepolisian dari Polrestabes Makassar dan Polda Sulselbar untuk melakukan pendampingan. Tim ini akan menyebar di empat kantor rayon PLN di Makassar ditambah ranting Maros, Gowa, dan Malino.

Ditegaskan, sepanjang tahun 2015 ini pihaknya akan mengintensifkan pelaksanaan operasi P2TL. Karena ini merupakan bagian dari upaya menekan potensi kerugian akibat pencurian daya listrik tersebut.

“Pada tahun 2015 ini, kami menggencarkan pelaksanaan operasi P2TL ini. Keberhasilan mengembalikan potensi kerugian sebesar Rp23 miliar, setidaknya menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan penertiban. Apalagi area yang kami operasi beberapa waktu lalu, masih dalam cakupan terbatas. Jadi sekarang kami melakukan perluasan area operasi,” jelas Syaifuddin. (asis/ahmad)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.