Home / EKOBIS / Samsat Makassar I Selatan Ingatkan Panunggak Pajak Ranmor metode “Sipakainga (E)” Menempel Penyampaian di Mobil. Ini Penjelasannya!

Samsat Makassar I Selatan Ingatkan Panunggak Pajak Ranmor metode “Sipakainga (E)” Menempel Penyampaian di Mobil. Ini Penjelasannya!

MAKASSAR– Dengan menerapkan budaya Sulsel “Sipakaiga (E)”, Kantor Samsat Wilayah I Makassar Selatan, mengingatkan para penunggak pajak kendaraan bermotor (ranmor), agar menyelesaikan kewajiban pajak kendaraan mereka yang tertunggak.

Dari ketentuan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jini tengah dijalankan petugas Kantor Samsat Wilayah I Makassar Selatan, dengan menerapkan Samsat Sipakainga (E) dalam bentuk Operasi Tempel-tempel (OTT) terhadap kendaraan rida empat tertunggak pajak yang tengah parkir di pinggir jalan.

Nah,  konsep pelayanan Sipakainge ini merupakan konsep saling mengingatkan terkait keterlambatan pembayaran oajak ranmor masyarakat.

Kegiatan ini menempelkan ke kendaraan yang tengah parkir untuk mengingatkan kewajiban bagi yang belum membayar pajak
Ranmor mereka agar terhindar dati pengenaan denda pajak.

Diketahui, Kegiatan Samsat Sipakainge (E) ini merupakan sifat luhur kearifan lokal Bugis Makassar dan tak bertujuan untuk mempermalukan. Bahkan keguatan ini tentunya diharap mamou meningkatkan sinergitas antara petugas dan wajib pajak ranmor.

Operasi Tempel-tempel surat oemberitahuan pajak  ini dilakukan terhadap mobil  pengunggak pajak yang tengah terparkir di arena bahu jalan, parkiran mall, pasar, swalayan, kafe/ hotel, rumah makan , perkantoran, perkantoran dan lainnya di wilayah Kota Makassar.

Adapun SOP Samsat Sipakainge (E), persyarajatannya ranmor parkir dan berdasarkan aplikasi Sipada telah jatuh tempo belum melakukan pembayaran pajak.

Sedang prosudur Samsat Sipakainge (E), oetugasnya berpakaian dinas UPT Samsat Makassar I Selatan dengan atribut yang ada.

Dalam SOP yang ditetapkan, sesuai dengan keputusan Ka UPT Wialayah I Makassar Selatan No: 061.1/2084/UPT-MKS.1/VIII/2018 Tgl 27 Agustus 2018, yang ditabdatangani Ka UPTD Samsat Makassar Wikayah I Selatan  H. Harmin Hamid, pelaksanaan operasi tempel tempel surat pemberitahuan  diawali dengan melihat nomor polisi (DD) mobil yang parkir.

Selanjutnya petugas operasi membuka aplikasi pajak dan mencocokkan nopol kendaraan apakah pajak sudah jatuh tempo atau tidak. Laku petugas mengisi blangko pemberitahuan (Sipakainga) dan menempelkan di depan kaca dengan menghadap kedalam agar pemilik ranmor melihat oenyamoaian tersebut.

Sementara dasar hukum kegiatan operasi Sipakainge (E) ini adalah UU No.22 Tahun 2009 dan UU NO.28 Tahun 2009.

Editor: Zul

loading...