Sanggahan Banding Pengadaan Alkes RS. Polman Harus Transparan (Bag.2)

oleh -521 views

IMG_20140815_203407-1Polman– Upaya “pencekalan” yang dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terhadap pemenang lelang pengadaan Alat Kesehatan (Alkes Could Chain) dengan dilakukannya sanggahan banding pihak yang tak puas dengan lelang itu,, terus menuai sorotan.

Nah, berdasarkan berita acara hasil pelelangan pengadaan alkes tersebut menyatakan jika PT. Mitra Tritunggal Abadi pertanggal 27 Juni 2014, dinyatakan pemenang lelang dengan lulus beberapa poin yang ditetapkan panitia pelelangan dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 767.700.000 dan jatuh pada penawaran Rp. 766.260.000.

Ketika perusahaan ini dinyakan pemenang, pihak PPK Rs. Polman, Dr. Sri, enggan menandatangani kontrak tersebut, dengan alasan bahwa ada pihak rekanan yang mengadukan sanggahan banding.

Pihak pemenang lelangpun untuk sementara waktu menunggu hasil sanggahan tersebut. Namun hingga saat ini memasuki hari ke 45, pihak PPK yang seharusnya transparan terhadap sanggahan banding yang dilayangkan Cv. Berkah Medikindo, dinilai tidak terbuka.

Menanggapi hal tersebut, H. Irhamsyah, pengamat pengelolaan keuangan negara, mengomentari, seharusnya pihak menjelaskan hasil sanggahan banding pertama itu dengan kurun waktu 5 hari kerja setelah diterimanya jawaban sanggahan, disertai jaminan.

“Itukan jelas di Pepres No.70 Tahun 2012 di Pasal 28 Ayat 1, tentang waktu sanggahan banding, untuk sanggahan banding ke 2 pihak penjaju sanggahan harus memberi jaminan” ucap Irhamsyah, Jum’at (15/8/2014), di Makassar.

Sementara itu Ketua Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Polman, Dayan, yang memberi keterangan via telepon selularnya mengaku jika sanggahan banding yang diajukan CV. Berkah Medikindo telah memberi jaminan senilai 1 persen dari HPS.

“Jaminan sudah sesuai dengan mekanisme. Saat ini proses sanggahan banding telah berjalan dan tinggal menunggu hasil jawaban dari pejabat esalon 2 yakni Bupati Polman,” ucap Dayan.

Terkait dengan adanya indikasi pihak PPK maupun UPL yang berupaya mendorong salahsatu rekanan untuk melanjutkan pengadaan jika proses sanggahan banding usai, Dayan enggan berkomentar.

Iapun menjelaskan, jika proses sanggahan banding selesai, maka pihaknya akan melakukan evaluasi ulang. “Jika ada yang memenuhi semua tahapan evaluasi akan jadi pemenang lelang. Jika tidak akan dilakukan lelang ulang,” kunci Keua UPL ini. (Zul) Bersambung edisi berikutnya!

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.