Selama tiga tahun 25 anak di NTT meninggal karena gizi buruk

oleh -636 views

images(2)Kupang– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan sejak tahun 2012-2015 sudah sebanyak 25 anak di NTT yang meninggal dunia karena menderita gizi buruk. Namun angka gizi buruk dan gizi kurang terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

“Kasus gizi buruk dan gizi kurang masih terjadi secara parsial di daerah ini,” kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya kepada wartawan di Kupang, Minggu, 16 Agustus 2015.

Menurut dia, pada tahun 2012 terjadi 3.688 kasus gizi buruk, 24.382 kasus gizi kurang dan meninggal 8 kasus. Tahun 2014, terjadi 3.364 kasus gizi buruk, 23.963 kasus gizi kurang dan meninggal dunia 6 kasus.

Tahun 2015, sampai dengan periode Mei 2015 terjadi 1.928 kasus gizi buruk, 21.134 kasus gizi kurang. “Meninggal dunia sebanyak 11 kasus,” katanya.

Sedangkan terkait kasus kematian Ibu dan bayi, Gubernur mengklaim mengalami perbaikan secara signifikan. Tahun 2008 terjadi 330 kasus kematian ibu, tahun 2014 sebanyak 158 kasus dan 2015 hingga periode Juni 2015 terjadi 99 kasus.

Jumlah kematian bayi masih terjadi secara fluktuatif. Tahun 2008, 1.274 kasus, tahun 2014, 1.280 kasus dan periode Juni 2015, terjadi 731 kasus kematian bayi. “Kami telah keluarkan buku Petunjuk teknis lompatan penurunan kematian bayi bagi tenaga kesehatan di lapangan,” katanya.

Dia berharap angka ini terus terkoreksi menurun, seiring berbagai intervensi untuk perbaikan upaya layanan kesehatan ibu dan anak termasuk Revolusi Kesehatan Ibu Anak (KIA). “Sedangkan, usia harapan hidup masyarakat NTT sesuai hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia yakni umur 65,1 tahun,” katanya.

(ntterkini)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.